ISBN | 9786027820401 |
Halaman | 336 |
Dimensi (cm) | 14 x 20,5 |
Berat (gram) | 307 |
Harga | Rp 54.000 |
Sampul | Soft Cover |
Dalam sejarah, perkembangan agama Islam di Indonesia tidak lepas dari peran para pendakwah, khususnya ulama. Walaupun telah wafat —hingga saat ini, perjuangan dan kegigihan mereka dalam menegakkan agama Islam selalu diingat serta dapat diteladani oleh umat Islam.
Sebagai pendakwah, sudah barang tentu mereka selalu mengajak orang lain untuk beriman dan bertakwa kepada Alloh swt. Berbagai macam metode dakwah telah mereka lakukan sehingga dapat berkontribusi untuk kemajuan umat Islam.
Buku ini menyajikan 50 kisah hidup para pendakwah yang telah mengubah sejarah. Mereka adalah para ulama yang merupakan pewaris para Nabi. Namun, tidak hanya memuat kisah para ulama, buku ini juga memberi ruang terhadap pendakwah dari kalangan pendidik, politikus, jurnalis, penulis, dan kaum intelektual.
Para pendakwah tersebut mempunyai kisah-kisah inspiratif yang luar biasa dalam hidupnya. Karena itu, selain meneladani Rosululloh saw, umat Islam Indonesia sudah sepatutnya meneladani mereka. Apalagi, dalam kisah-kisah para pendakwah tersebut terdapat suatu pelajaran yang berkaitan dengan keindonesiaan secara langsung. Seperti dalam firman Alloh Ta’ala, “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (QS. Yusuf [12]: 111).
Untuk menyampaikan kisah teladan beberapa ulama besar dalam buku ini tentu tidak akan memadai. Karena itu, buku ini hanya dapat memberikan sekelumit kisah atau semacam pengantar tentang para ulama tersebut. Melalui profil singkat ulama yang disajikan dalam buku ini, setidaknya akan membuat para pembaca terpancing untuk menelusuri lebih jauh tentang kisah perjuangan dan dakwah mereka.
Setelah selesai membaca buku ini, pembaca juga akan menemukan sejumlah hikmah karena para ulama tersebut mempunyai proses panjang dalam belajar dan mendalami agama Islam. Terutama, para ulama yang pernah belajar di Makkah, di mana kota ilmu tersebut telah terbukti banyak melahirkan pendakwah berkelas di Indonesia.
Salah satu ulama berkelas dan berkontribusi besar dalam dakwah Islam di Indonesia adalah pendiri NU Kyai Hasyim Asy’ari dan pendiri Muhammadiyah Kyai Ahmad Dahlan. Dalam konteks keindonesiaan, kedua ulama tersebut telah berhasil membuat organisasi yang mampu mengawal agama Islam sebagai agama yang rohmatan lil alamin.
Dengan meneladani kisah penerus para Nabi tersebut, para pembaca barangkali nantinya juga dapat berkontribusi dalam mengatasi kerusakan moral saat ini. Seperti dalam pepatah Arab, disebutkan bahwa tegaknya suatu bangsa itu adalah karena akhlak. Jika moral atau akhlak telah hilang, sebuah bangsa akan hilang.
Setiap orang beriman dan berilmu tinggi memiliki kewajiban untuk beramal dengan berlandaskan ilmu dan keimanannya. Amal yang berlandaskan iman dan ilmu pasti akan dihiasi oleh akhlak. Karena itu, dalam ajaran Islam seorang ulama pasti akan berakhlak mulia sehingga mereka dapat menjadi teladan bagi kalangan awam umat Islam.
Kisah-kisah di dalam buku ini sangat baik untuk diketahui oleh khalayak umum karena mengajarkan keteladanan akhlak. Di dalamnya dapat kita peroleh berbagai percikan pemikiran dan sikap dari 50 pendakwah tersebut karena mereka juga dapat menginspirasi para pendakwah yang hidup pada zaman ini.
Setiap pendakwah pasti dihadapkan dengan kondisi masyarakat yang berbeda-beda. Kondisi masyarakat terdahulu tentu berbeda dengan kondisi masyarakat modern saat ini. Namun, setidaknya dengan mengetahui sejarah atau kisah para ulama terdahulu akan membuat ghiroh umat saat ini bangkit kembali untuk menyebarkan ajaran Islam.
Ghiroh dalam konteks ini merupakan gairah untuk selalu melakukan yang terbaik untuk agama Islam. Semisal, ketika kita melihat seseorang yang beramal sholih dalam kehidupan sehari-sehari, ghiroh kita secara otomatis juga akan bangkit untuk menyamai, bahkan melebihinya.
Dalam sejarah intelektual, terbukti bahwa tulisan-tulisan yang mengisahkan tentang kemuliaan imam empat mazhab, para sufi, dan kecerdasan para ilmuwan Muslim telah membuat banyak umat Islam meneladani mereka. Karena itu, kisah para ulama di dalam buku ini juga dapat membuat para pembaca meneladani mereka dan turut aktif dalam berbagai kegiatan dakwah.
DAFTAR ISI
Membaca kisah, meraih ibrah – 5
Urgensi mengais kteladanan pendakwah – 13
Inspirasi dari guru-guru Masjidil Haram – 21
1. Nawawi al-Bantani: pemilik banyak ge;ar penanda kedalaman ilmu – 22
2. Muhammad Kholil: guru dan banyak Ulama berpengaruh – 27
3. Mahfudz at-Tarmasi: mendapat enam gelar dari syaikh Yasin al-Fadani – 32
4. Ahmad Khatib al-Minangkabawi: pembaharu yang “melahirkan” banyak Ulama besar – 37
5. Yasin al-Fadani : Musnid terkemuka Abad ini – 42
Pembaharu dan pendidik fenomenal – 47
6. Sholeh darat : Guru Ulama dan “petunjuk jalan” R.A Kartini – 48
7. Muhammad Thaib Umar: memperbarui model sekolah agama dan bahasa Khutbah – 53
8. Ahmad Surkati: pendiri Al-Irsyad dan Guru dari banyak tokoh Nasional – 58
Selangkah seiring di jalan dakwah --- 63
9. Ahmad Dahlan: pendiri Muhamadiyah Tak lelah berdakwah – 64
10. Siti Walidah: mendirikan Aisyiyah untuk majukan Muslimah – 69
Bapak-Anak , Istiqamah di medan dakwah – 75
11. Abdul Karim Amrullah: pembaharu yang gigih dan tegas kepada siapa pun – 76
12. HAMKA: sang Autodidak “produsen” seratsu buku – 81
13. Hasyim Asy’Ari: pendiri NU dan pejuang syariat dan tegas kepada Syi’ah – 86
14. Awhid Hasyim: gigih memperjuangkan islam sampai level Negara – 91
15. Isa Anshari : tokoh Masyumi, singa podium, dan jago menulis – 96
16. Ending Saifuddin Anshari: menepatkan posisi piagam Jakarta secara Haq – 101
Mertua-menantu di satu Garis perjuangan – 107
17. Imam Zarkasyi: pendiri pesantren Gontor yang meyakini kekuatan tulisan – 108
18. Tidjanni Djauhari: Ulama sumenep-Madura “berkatier” kemancanegara – 113
Gelanggang politik pun menjadi lahan dakwah – 119
19. HOS Tjokroaminoto: berbasisi iman dan islam gelorakan kesadaran Nasional – 120
20. Agus Salim: mendapat hikmah dari tugas menginteli aktivitas Syarikat Islam – 125
21. M. Natsir : gigih memperjuangkan sislam sebagai dasar Negara – 130
22. Mohamad Roem: diplomat ulung bernama Harum – 135
23. Syafrudiin Prawiranegara: pemimpin sederhana dan Da’I yang istiqamah – 140
24. Kasman Singodimedjo: lantang menagih janji terkait “Tujuh kata” – 145
25. Prawoto Mangkusasmito: pemimpin yang patut ditiru calon pemimpin – 150
Sang isnpirator, sang peneduh – 155
26. Faqih Usman: Ulama perumus “kepridbadian Muhamamdiyyah” – 156
27. Abdul Hamid: ulama yang tak hendak terkenal – 161
Pesona sang pengerak – 167
28. Abdul wahab Hasbulah: ulama Aktif bergerak dan menggerakkan – 168
29. Mas Mansur: sang “Sapukawat” dan si “bintang timur” – 173
“Dua Abdullah “ yang penuh prestasi – 179
30. Abdulah Syafi’I: pecinta ilmu dan pendidik sukses – 180
31. Rahmat Abdullah: pengemban Dakwah, penebar Ghirah – 185
”Cahaya-cahaya” yang mencerhkan – 191
32. Mas Abdurrahman: “bercahaya” bersama mathla’ul Anwar – 192
33. Misbach: bak lamp menjadi penerang Umat – 197
Permpuan-perempuan tangguh di arena dakwah – 203
34. Rohana Kuddus: pendidk dan perempuan-Jurnalis pertama – 204
35. Rahmah El-Yunusiyah: pendidik sukses dan Syaikhah pertama dari Al-Azhar – 209
36. Rasuna Said: berjuang lewat pendidikan , polotik, dan jurnalistik – 214
37. Zakiah Daradjat: perempuan berkualifikasi Ulama –219
38. Yoyoh Yusroh: penghafal Al-Qur’an yang bersiaga hadapi kematian – 224
Kristolog yang jago dialog – 229
39. Bahaudin Mudhary: kristolog cakap berdebat dan terampil menulis – 230
40. Abdullah Wasi’an: kristolog heba berdebat da jempolan menulis – 235
siap menulis dan sigap berdebat – 241
41. A. Hassan: guru PERSIS , tajam menulis dan fasih berdebat – 242
42. M. Rasyidi: sang pembela Agama dan Negara – 247
Tetap “hidup” bersama karya tulisannya – 253
43. Arsyad al-Banjari: sang penunjuk jalan agar urusan Agama Mudah – 254
44. Mahmud Yunus: pembaharu pengajaran bahasa Arab – 259
45. Hasbi Ash-Shiddieqy: pemiir besa dan kota kecil – 264
46. Munawar Khalil: “Hidup” bersma kelengkapan tarikh Muhammad – 169
47. Ahmad Warson MUnawwir: penyusun Kamus Arab-indonesia Legendaris – 174
48. Mu’ammal Hamidy: raji menulis, dari “lembar ceramah” hingga buku – 279
Selalu bersemangat gerakkan dakwah – 285
49. Abdullah Said: pendiri Hidayatullah Si Kutu Buku dan Sang Mtivator – 186
50. Hasan Hasly: kakek yang “mewariskan’ sebuah pusdiklat – 291
Ibrah dari pendakwah berprestasi wah – 297
Indeks – 317
Sumber ilustrasi – 321
Daftar pustaka – 325
Sekilas penulis – 331