Butuh Bantuan? WhatsApp: 0821-3694-1626 Email: [email protected]

Buku Biografi Ustman bin Affan

Buku Biografi Ustman bin Affan

Spesifikasi

ISBN9789795926177
Halaman608
Dimensi (cm)15,5 x 24,5
Berat (gram)852
HargaRp 125.000
SampulHard Cover

Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu adalah sosok Khulafa Ar-Rasyidun, yang dipilih dan dibaiat pasca meninggalnya Umar bin Al-Khathab Radhiyallahu Anhu. Ia sosok yang sangt istimewa, karena menjadi menantu dari dua putri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam; Ummu Kultsum dan Ruqayyah Radhiyallahu Anhuma.

Dialah satu-satunya sahabat yang menikah dengan dua putri Rasulullah, sehingga mendapat julukan "Dzunnurain" (Lelaki yang Memiliki Dua Cahaya). Rasulullah begitu sangat menghargai sosok sahabat ini, sehingga pada suatu ketika, ketika Utsman masuk untuk menemuinya, betis Rasululllah yang tersingkap segera beliau tutupi. Kepada Aisyah beliau mengatakan, "Sesungguhnya aku malu kepada orang yang para malaikat pun malu kepadanya." Atau dalam hadits lain, beliau mengatakan, "Yang paling mempunyai sifat pemalu adalah Utsman."

Utsman bin Affan dikenal sebagai khalifah yang tajir dan dermawan. Hartanya yang melimpah ia gunakan berjihad di jalan Allah. Ia menjadi donatur kaum muslimin dalam beberapa peperangan, juga menjadi donatur dalam memenuhi segala kebutuhan dan fasilitas yang dikhidmatkan buat umat Islam. Setelah Perang Tabuk, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Apa-apa yang dilakukan Utsman setelah ini tidak mengapa (dimaafkan dosa-dosanya)."

Begitu cintanya Rasulullah kepada sosok Utsman, maka ketika Utsman dikirim sebagai delegasi kaum Muslimin untuk menemui para pemuka Quraisy di Makkah, kemudian tersiar kabar bahwa dirinya dibunuh, Rasulullah segera mengumpulkan para sahabat untuk melakukan baiat agar para sahabat tetap tegar dan berjuang untuk melawan kaum kafir Quraisy. "Ini adalah yangan Utsman," ujar Rasulullah sambil memukulkan telapak tangan kanannya ke atas tangan kirinya. Baiat tersebut kemudian diikuti oleh sekitar 1.400 sahabat, yang siap membela kehormatan Utsman bin Affan. Baiat itu kemudian dikenal sebagai "Baiatur Ridhwan."

Utsman bin Affan adalah sosok yang santun, lembut dan penyabar. Sifat inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para pemberontak, baik dari kaum munafik maupun para pengikut Ibnu Saba untuk menebar fitnah dan melakukan pergolakan pada masa pemerintahan Utsman. Utsman dengan kesabaran dan kecerdikannya tidak terpancing dengan berbagai aksi provokasi tersebut, semata-mata ia tidak ingin menumpahkan darah dan tidak ingin terjadi huru hara yang lebih besar lagi.

Utsman mengetahui peristiwa yang akan menimpanya, pemberontakan dan pembunuhannya, yang sudah diprediksi dan disampaikan oleh Rasulullah kepadanya. Rasulullah bersabda, β€œBarangsiapa yang selamat dari tiga hal, maka sesungguhnya dia selamat (beliau menyebutnya tiga kali); Kematianku, Dajjal dan pembunuhan terhadap khalifah yang sabar dengan kebenaran dan menyampaikannya." Pembunuhan terhadap khalifah yang sabar yang dimaksud adalah Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu.

Daftar Isi

DUSTUR ILAHI – V
PENGANTAR PENERBIT – IX
PENGANTAR PENULIS – XI
PASAL PERTAMA
Utsman bin Affan RA, Dzunnurain, Antara makkah dan Madinah
Pembahasan pertama: Nama, nasab, panggilan, gelar, sifat, keluarga dan kedudukan Utsman pada Masa Jahiliyah – 1
Pertama: Nama, Nasab, Panggilan, dan Gelar Utsman bin Affan RA – 1
1. Nama dan Nasabnya – 1
2. Nama Panggilannya – 2
3. Gelar Utsman bin Affan – 2
4. Kelahirannya – 3
5. Kondisi fisiknya – 3
Kedua: keluarga Utsman -- 3
Ketiga: kedudukan Utsman pada masa jahiliyah – 7
Keempat: keislamannya – 9
Kelima: Utsman menikah dengan Ruqayah Binti Rasulullah – 12
Keenam: Ujian Utsman dan hijrahnya ke Habasyah (Ethiopia) – 13
Pembahasan kedua: kehidupan Utsman bin Affan RA bersama Al-Qur’an – 19
Pembahasan ketiga: kebersamaan Utsman dengan Nabi SAW di Madinah – 27
Pertama: Utsman RA di medan jihad bersama Rasulullah – 30
1. Utsman dan perang Badar – 31
2. Utsman dan perang Uhud – 33
3. Utsman dan perang Ghathfan ( Dzai Imr) – 35
4. Utsman dan perang Dzatur Raqa’ – 36
5. Utsman dan baiatur Ridhwan – 36
6. Syafaat Utsman bin Affan Terhadap Abdullah bin Abu As-Sarah pada masa pembebasan makkah – 42
7. Perang tabuk – 44
Kedua: kehidupan sosialnya di kota Madinah – 46
1. Pernikahannya dengna Ummu kultsum RA paa tahun 3 Hijriyah – 46
2. Abdullah bin Utsman meninggal – 47
3. Ummu Kultsum meninggal – 48
4. Kontribusi ekonomi Utsman bin Affan dalam pembangunan negara – 49
β€’ Sumur ruma – 49
β€’ Perluasan masjid Nabawi – 50
Ketiga: sumbangan Utsman terhadap pasukan Usra – 50
Pembahasan keempat: Hadits-hadits Rasulullah SAW tentang Utsman bin Affan – 50
Pertama: keutamaan-keutamaannya bersama dengan yang lain – 50
1. Kabar gembira surga atas musibah yang menimpanya – 50
2. Tenanglah wahai Uhud, karena di atasmu adalah Nabi, Ash-Shiddiq ( Abu Bakar) , dan dua orang syuhada (Umar dan Utsman) – 51
3. Tenanglah karena di atasmu adalah Nabi , Ash-Shiddiq atau syahid – 51
4. Utsman RA sang peamalu – 52
5. Malaikat malu dengnan Utsman – 52
6. Orang yang paling pemalu adalah Utsman – 53
Kedua: kabar dari Rasulullah SAW tentang fitnah ( pemberontakan ) yang membuat Utsman bin Affan terbunuh – 53
1. Orang yang selamat karena selamat dari tiga hal – 53
2. Orang yang wajahnya tertutup ini terbunuh ketika terjadi fitnah – 54
3. Pada hari itu orang ini berada di atas petunjuk – 54
4. Fitnah bergejolak seperti tanduk dan orang ini dan orang-orang yang bersamanya berada di atas kebenaran – 54
5. Orang ini dan para sahabatnya ketika itu berada di atas kebenaran dan petunjuk – 54
6. Berpeganglah dengan Al-Amin ( orang yang terpercaya ) dan para sahabatnya – 55
7. Jika orang-orang munafik ingin melepaskannya, maka janganlah melepaskannya – 55
8. Pesan Rasulullah SAW kepada Utsman agar teguh dan bersabar – 55
Pembahasan kelima : Utsman bin Affan pada masa khalifah Abu Bakar dan Umar bin Al-Khattab RA – 58
Pertama : Masa Abu Bakar – 58
1. Anggota majelis syura dalam masalah-masalah penting kenegaraan – 58
2. Krisis ekonomi pada masa Abu Bakar RA – 59
Kedua : Utsman pada maa khalifah Umar bin Al-Khattab RA – 61
a. Diwan – 63
b. Penetapan Kalender (penanggalan ) – 63
c. Tanah Kharaj ( tanah negara yang disewakan) – 63
d. Melaksanakan Haji bersama Ummahatul Mukminin – 63
PASAL KEDUA
PENGANGKATAN Utsman bin Affan sebagai Khalifah, sistem kepemimpinannya dan sifat-sifat kepribadiannya yang penting
Pembahasan pertama : pengangkatan Utsman bin Affan sebagai Khalifah – 65
Pertama: fikih Umar dalam pengangkatan Khalifah -- 65
1. Anggota majelis dan nama-nama mereka – 66
2. Cara pemilihan khalifah – 67
3. Masa pemilihan atau musyawarah – 67
4. Jumlah suara yang cukup untuk memilih Khalifah – 67
5. Hakim dalam perselisihan – 68
6. Pasukan Allah yang mengawasi proses pemilihan dan mencegah kekacauan – 68
7. Menunjuk orang yang keutamaanny di bawah keutamaan orang lain – 69
8. Umar menggabungkan antara metode menentukan pemilihan pemimpin dan tidak menentukan – 70
9. Tidak hanya enam orang yang melakukan Musyawarah – 70
10. Majelis syura merupakan lembaga politik tertinggi – 70
Kedua : wasiat Umar bin Al-Khattab RA terhadap Khalifah setelahnya – 72
1. Takwa kepada Allah – 74
2. Aspek politik – 74
3. Aspek militer – 75
4. Aspek ekonomi – 75
5. Aspek sosial – 75
Ketiga : metode Abdurrahman bin Auf RA dalam memimpin musyawarah – 76
1. Berkumpulnya Majelis Syura yang di tunjuk Khalifah Umar RA untuk bermusyawarah – 76
2. Ajakan Abdurrahman bin Auf RA agar turun dari percalonan – 77
3. Proses musyawarah dalam pemilihan Khalifah – 78
4. Sepakat membaiat Utsman RA – 78
5. Kebijaksanaan Abdurahman bin Auf dalam merealisasikan program Musyawarah – 79
Keempat : kebatilan-kebatilan syiah Imamiyah yang disusupkan ke dalam Kisah Musyawarah pengangkatan Khalifah – 80
1. Menuduh para sahabat berbuat nepotis dalam urusan kaum muslimin – 81
2. Kuibu Bani Umayah dan kubu Bani Hasyim – 82
3. Perkataan-perkataan dusta yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib RA – 83
4. Tuduhan terhadap β€˜Amr bin Al-Ash dan Al-Mughirah bin Syu’bah – 84
5. Dalil Utsman bin Affan RA berhak menduduki jabatan Khalifah – 84
Keenam: Ijma’ atas kekkhalifahan Utsman – 89
Ketujuh: hukum mendahulukan Ali daripada Utsman – 94
Pembahasan kedua : metode Utsman bin Affan RA dalam menjalankan pemerintahanβ€”95
Pertama: Surat-surat Utsman kepada Gubernur, pemjimpin Pasukan, dan kaum muslimin secara Umum – 96
1. Surat khalifah Utsman RA kepada seluruh Gubernurnya – 97
2. Surat Khalifah Utsman RA kepada para Pam]nglima perang – 98
3. Surat Khalifah Utsman RA kepada para petugas urusan pajak Negara – 100
4. Surat Khalifah Utsman RA kepada Masyarakat Umum – 100
Kedua: rujukan tertinggi Negara – 101
Ketiga: hak umat unutk menghakimi Khalifah – 103
Keempat: musyawarah – 104
Kelima: keadilan dan persamaan – 106
Keenam: kebebasan – 107
Ketujuh: ihtisab ( Amar makruf dan Nahi munkar ) – 107
Pembahasan ketiga: sifat-sifatnya yang terpenting – 114
Pertama: pengetahuan dan kemampuannya dalam memberikan arahan dan pengajaran – 114
Kedua: kesantunannya – 120
Ketiga: sikap tolerannya – 121
Keempat: sifat lemah lembutnya – 122
Kelima: sifat pemaafnya – 122
Keenam: kerendahan hatinya ( Tawadhu’) – 123
Ketujuh: sifat malu dan β€˜Iffahnya (menjaga kehormatan diri ) – 124
Kedelapan: kedermawaannya – 125
Kesembilan: keberaniannya – 125
1. Ikut berjihad di jalan Allah – 125
2. Menjadi Duta Rasulullah SAW untuk kaum Quraisy pada peristiwa Hudaibiyah – 126
3. Pengorbanan dengna jiwa – 126
4. Jihad dengan harta benda – 127
Kesepuluh: ketegasan siakpnya – 128
Kesebelas: kesabarannya – 129
Keduabelas: sikap adilnya – 130
Ketigabelas: Ahli Ibadah – 131
Keempatbelas: ketautannya kepada Allah, menangis karena-Nya, dan mengintropeksi Dirinya – 132
Kelimabelas: sikap Zuhudnya terhadap dunia –133
Keenambelas: sifat syukurnya – 134
Ketujuhbelas: perhatiannya terhadap keadaan orang lain – 134
Kedelapanbelas: menentukan tugas-tugas khusus – 135
Kesembilanbelas: -- memanfaatkan para Ahli – 135
PASAL KETIGA
LEMBAGA KEUANGAN DAN LEMABGA PERADILAN PADA MASA UTSMAN BIN AFFAN RA
Pembahasan pertama: lembaga keuangan – 137
Pertama: politik ekonomi yang dinyatakan Oleh Utsman ketika memegang kekuasaan – 137
1. Obsesi Utsman bin Affan RA untuk menegakkan kebijakan ekonomi Umum – 138
2. Tidak berbuat zhalim terhadap rakyat dalam menarik iuran (pajak) – 139
3. Mengambil harta dari kaum muslimin untuk baitul Mal – 141
4. Memberikan hak orang muslim dari baitul mal – 141
5. Tidak menzhalimi kafir dzimmi, memberikan hak kewajiban mereka dengan benar – 142
6. Tidak menzhalimi anak yatim – 143
7. Pegawai pajak harus amanah dan setia – 144
8. Pengaruh kesempurnaan nikmat terhadap Umat – 145
9. Perbandingan antara kebijakan Umar dan Utsman – 146
Kedua: Arahan Utsman bin Affan dalam menjelaskan kaedah-kaedah zakat – 146
1. Pendapat Utsman tentang zakat pemberi piutang – 148
2. Utsman meminjam harta zakat dan menginfakkannya untuk Umum – 149
3. Menggunakan Harta zakat untuk fakir miskin dan Ibnu sabil – 149
4. Mendirikan perumahan untuk para tamu – 150
5. Pemberian kepada Budak dari harta baitul mal – 150
Ketiga: khumus ( seperlima ) Ghanimah ( harta rampasan perang ) – 150
1. Anak kecil tidak mendapatkan bagian Ghanimah pada masa Utsman bin Affan RA – 151
2. Salab bagi orang yang membunuh musuh pada masa Utsman seperti pada masa Rasulullah SAW – 152
3. Nilai nominal Ghanimah dan bagian baitul Mal dalam salah satu Ekspansi Utsman – 153
4. Pembelanjaan Umum dari seperlima Ghanimah – 154
5. Kesuksesan kebijakan fiskal dalam membiayai Ekspansi islam pada masa Utsman – 154
Keempat: pemasukan Umum dari Harta Jizyah pada masa Utsman – 155
1. Stabilitas masalah-masalah Teknis Jizyah pada masa Utsman – 155
2. Conto Harta Jizyah yang masuk dalam kas baitul Mal – 155
3. Utsman bin Affan melaksanakan piagam Rasulullah SAW kepada penduduk Najran – 156
4. Ahli kitab dalam jaminan orang islam selama mereka membayar jizyah – 157
5. Pertisipasi Ahli Dzimmi dalam tugas Umum pada masa Utsman – 158
Kelima: pemasukan Umum dari harta Kharaj (pajak Bumi) dan Usyur (sepersepuluh) pada masa khalifah Utsman – 159
1. Kharaj – 159
2. Usyur atau sepersepuluh dari barang perdagangan – 159
Keenam: kebijakan Utsman bin Affan dalam pemberian tanah – 160
Ketujuh: kebijakan Utsman membuat tanah Lindung – 162
Kedelapan: pengeluaran keuangan (Kas Umum) pada masa Utsman – 163
1. Gaji khalifah – 163
2. Gaji para Walikota dati kas Baitul Mal – 163
3. Gaji para tentara dari kas baitul mal – 164
4. Kas umum untuk haji dari baitul mal – 164
5. Biaya renovasi masjid Nabawi dari baitul mal – 164
6. Dana perluasan Masjidil Haram dari baitul mal -- 165
7. Dana pembuatan Armada Laut pertama kali – 165
8. Dana pengalihan pantai dari Syuaibah ke Jeddah – 166
9. Dana pengeboran sumur dari baitul Malβ€”166
10. Dana untuk para muadzin dari baitul mal – 166
11. Dana untuk tujua-tujuan Mulia Islam – 167
Kesembilan: sistem Hibah pada masa khalifah Utsman bin Affan – 167
Kesepuluh: pengaruh harta melimpah terhadap kehidupan sosial dan ekonomi – 168
Kesebelas: Utsman dan kerabatnya serta hibah dari Baitul Mal – 169
Pembahasan kedua: Lembaga hukum dan ijtiihad dalam fikih – 174
Pertama: Hukum yang berkaitan dengan Qishas, Hudud, dan Ta’zir – 178
1. Kasus pertama yang dihadapi Utsman adalah kasus pembunuhan – 178
2. Membunuh para pencuri – 180
3. Seseorang membunuh pedagang karena hartanya – 181
4. Hukuman bagi tukang sihir – 181
5. Pidana terhadap Orang buta – 181
6. Poidana terhadap orang yang saling tengkar dan membunuh – 182
7. Pidana terhadap Hewan – 182
8. Pidana terhadap perampas atau perampok – 182
9. Perintah bertaubat dari orang yang Murtad dan Hukumannya – 182
Seorang pembunuh, bisakah bertaubat? – 183
10. Hukuman bagi peminum Khamar – 183
11. Hukuman atas saudara seibu Utsman, Al-Walid bin Uqbah – 184
12. Hukuman bagi anak kecil yang mencuri – 184
13. Hukuman penjara sebagai Ta’zir – 185
14. Hukuman Qadzaf atau menuduh zina dengan sindiran – 185
15. Hukuman zina – 185
16. Ta’zir dengan pengasingan dan pengusiran – 186
17. Mencegah orang-orang mengerumuni jenazah Abbas – 186
Kedua: Dalam ibadah dan muamalah – 187
1. Utsman bin Affan RA mengerjakan shalat empat rakaat di Mina dan Arafah – 187
2. Menambah adzan kedua dalam shalat Jum’at – 191
3. Utsman bin Affan mandi setiap hari sejak masuk Islam – 193
4. Sujud tilawah – 193
5. Shalat jum’at di daerah pantai – 194
6. Utsman bin Affan RA duduk ketika berkhutbah – 194
7. Menempatkan qunut sebelum rukuk – 194
8. Orang yang paeling mengerti tentang hukum-hukum Haji – dan Umrah – 195
9. Melarang berihram sebelum waktunya -- 195
10. Keberangkatan perempuan yang beriddah untuk haji dan umrah – 195
11. Melarang haji tamattu’ – 195
12. Mengkonsumsi daging buruan bagi orang yang berihram – 196
13. Makruh berpoligami dengan kerabat – 197
14. Persusuan – 197
15. Khulu’ ( mengembalikan mahar) – 197
16. Kewajiban berduka cita bagi perempuan yang beriddah atas kematian suaminya – 198
17. Perkataan Utsman : β€œkamu tidak menikahinya kecuali karena senang”. – 199
18. Ucapan cerai bagi orang yang mabuk – 199
19. Pemberian orang tua kepada putra-putrinya – 200
20. Pembatasan perilaku orang yang idiot – 200
21. Pembatasan perilaku orang yang bangkrut – 201
22. Larangan monopoli – 202
23. Unta-unta yang hilang – 202
24. Perempuan yang diceraikan ketika suaminya menderita sakit berhak mendapatkan warisan – 204
25. Menetapkan hak waris perempuan yang diceraikan selama iddahnya belum berakhir – 205
26. Hak waris bagi anak yang dibawa – 206
PASAL KEEMPAT
PENAKLUKAN-PENAKLUKAN PADA MASA UTSMAN BIN AFFAN RA
Pembahasan pertama: penaklukan-penaklukan Utsman bin Affan RA di wilayah timur – 208
Pertama: penaklukan-penaklukan penduduk Kufah: Azerbaijan tahun 24 Hijriyah – 208
Kedua: kontribusi penduduk Kufah dalam membendung berbagai serangan Romawi – 211
Ketiga: serangan Said bin Al-Ash terhadap Tabaristan tahun 30 hijriyah – 212
Keempat: pelarian penguasa persia yazdajird ke Khurasan – 213
Kelima: terbunuhnya yazdajird penguasa Persia tahun ke – 31 Hijriyah – 214
Keenam: Simpati umat kristen terhadap Yazdajird setelah kematiannya – 217
Ketujuh: beberapa penaklukan Abdullah bin Amir tahun ke-31 Hijriyah – 218
Kedelapan: penaklukan Al-Bab dan Balnajar Tahun ke – 32 Hijriyah – 220
1. Terbunuhnya Yazid bin Muawiyah – 221
2. Alangkah indahnya merah darah dalam putihmu – 221
3. Mereka akan mati sebagaimana kalian juga akan Mati – 222
4. Kesabaran keluarga Salman – 222
Kesembilan: konflik pertama antara penduduk Kufah dengan penduduk Syam tahun ke – 32 hijriyah – 224
Kesepuluh: beberapa penaklukan Ibnu Amir tahun ke – 32 hijriyah – 225
Kesebelas: pertempuran antara pasukan Al-Ahnaf melawan penduduk Takharistan, AL-Jauzajan, At-Taliqan, dan Al-Fariban – 227
Keduabelas: perdamaian Al-Ahnaf dengan penduduk Balakh – 229
Ketigabelas: Al-Ahnaf berumrah – 230
Keempatbelas: kekalahan Qarin di khurasan – 231
Pembahasan kedua: berbagai penaklukan di Syam – 233
Pertama: penaklukan-penaklukan Hubaib bin Maslamah Al-fihri – 233
Kedua: orang pertama yang mengizinkan perang di lautan adalah Utsman bin Affan – 235
Ketiga: penaklukan Cyprus – 236
Keempat: menyerah dan meminta damai – 239
Kelima: Abdulllah bin Qais komandan perang angkatan laut Umata islam di Syam – 240
Keenam: Orang-orang Cyprus melanggar perjanjian damai – 243
Ketujuh: Ucapan Abu Darda’ β€œAlangkah hinanya makhluk dihadapan Allah ketika mereka Mendurhakai-Nya” – 244
Kedelapan: Unadah bin Ash-Shamit RA membagikan Ghanimah Cyprus – 246
Pembahasan ketiga: penaklukan-penaklukan wialyah mesir – 246
Kedua: penaklukan wialayah An-Nuba – 252
Ketiga: penaklukan Afrika – 252
Keempat: kepahlawanan Abdullah bin Az-Zubair dalam penaklukan Afrika – 257
Kelima: perang Dzat β€˜Ash-Ahuwari – 263
Dimanakah? Pertempuran ini berlangsung? – 263
Terjadinya pertempuran – 267
Beberapa pelajaran penting pertempuran Dzat β€˜Ash-Shuwari – 270
Keenam: beberapa pelajarandan manfaat penting dalam penaklukan-penaklukan Utsman Bin Afffan – 272
1. Merelisasikan janji Alllah bagi orang-orang yang beriman – 272
2. Perklembangan tehnik perang dan politik – 273
3. Permulaan wajib militer pada masa umar bin Al-Khattab RA dan berlanjut hinffa masa Utsman bin Affan RA – 274
4. Perhatian Utsman bin Affan RA terhadap perbatasan-perbatasan wilayah negara islam – 275
5. Pembagian Ghanimah antara penduduk syam dna irak – 278
6. Menjaga persatuan dan kesatuan dalam mengahadapi musuh – 279
7. Syarat yang dibutuhkan militer dalam poin-poin perdamaian – 280
8. Mengumpulkan berbagai informasi tentang kesiapan musuh – 280
9. Abdurrahman bin Rabi’ah Al-Bahili RA merupakan salah satu komandan militer dalam bebrapa penaklukan pada masa Khalifah Utsman bin Affan – 280
10. Salman bin β€˜Rabi’ah Al-Bahili merupakan komandan militer dalam beberapa penaklukan pada masa khalifah Utsman bin Affan – 284
11. Hubaib bin Maslamah Al-Fahiri, salah astu komandan penaklukan pada masa Khalifah Utsman Bin Affan – 286
Pembahasan keempat: kebanggaan terbesar Utsman bin Affan RA menyatukan Umat dalam satu Mushaf – 290
Pertama: Fase-fase kodifikasi Al-Qur’an Al-Karim – 290
1. Fase pertama: pada masa kenabian Muhammad SAW – 290
2. Fase kedua: pada masa Abu Bakar Ash-Shiddiq RA – 292
Poin-poin kesimpiulan fase kedua pengumpulan Al-quran – 294
Apa yang mendorong Zaid bin Tzabit bersedia melaksanakan Mega proyek ini? – 295
Perbedaan antara penulisan Al-Qur’an pada masa kenabian dan masa Abu Bakar Ash-Shiddiq – 296
3. Fase ketiga: penulisan Al-Qur’an pada masa Khalifah Utsman bin Affan – 297
Pertama: Motif penulisan Al-Qur’an pada masa khalifah Utsman Bin Affan – 297
Kedua: musyawarah Utsman bin Affan RA dengan jumhur sahabat mengenai mega proyek penulisan Al-Qur’an – 299
Ketiga: perbedaan antara pengumpulkan Al-Qur’an pada masa Abu Bakar Ash-Shiddiq dengna pengumpulan Al-Qur’an pada masa Utsman bin Affan – 301
Keempat: apakah mushaf-mushaf Utsman bin Affan RA mencakup AL-Ahruf As-Sab’ah atau tujuh dialek? – 303
Kelima: jumlah mushaf yang dikirimmkan Utsman ke beberapa kota – 304
Keenam: sikpa Abdullah bin Mas’ud terhadap Mushaf Utsmani – 305
Ketujuh: pemahaman sahabat tentang ayat-ayat yang melarang perpecahan dan konflik – 309
PASAL KELIMA
LAMBAGA PEMERINTAHAN PADA MASA KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN
Pembahasan pertama: daerah-daerah administrasi Khalifah Utsman bin Affan RA dan kebijakan politik pemerintahannya terhadap para Gubernur – 315
Pertama: Makkah Al-Mukarramah – 315
Kedua: Madinah Al-Muawwarah – 316
Ketiga: Bahrain dan Al-Yamamah – 317
Keempat: Yaman dan Hadramaut – 318
Kelima: pemerintahan Syam – 319
Keenam: Armenia – 321
Ketujuh: Pemerintahan Mesir – 323
Kedelapan: pemerintahan Bashrah – 325
Kesembilan: Pemerintahan Kufah – 329
Pembahasan kedua: Kebijakan Utsman bin Affan RA terhadap para Gubernur, nerkaitan dengan hak dan kewajiban merekan – 337
Pertama: strategi Utsman bin Affan RA terhadap para Gubernurnya – 337
Kedua: Kebijakan Utsman bin Affan RA mengontrol dan memngawasi para pejabatnya, serta mengetahui Informasi mereka – 339
1. Menunaikan Ibadah Haji di setiap musim Haji – 340
2. Bertanya kepada mereka yang datang dari penjuru kota dan daerah – 340
3. Adanya sejumlah orang dari penjuru negeri yang berkirim surat kepada sang khalifah – 340
4. Mengirim petugas pengawas ke berbagai wilayah – 340
5. Melakukan kunnjungan kerja ke berbagai wilayah dan mengetahui situasi dan kondisinya secara langsung – 341
6. Meminta pengiriman deligasi dario berbagai wilayah untuk menanyai mereka tentang para pemimpin dan gubernur – 341
7. Memanggil apra pemimpin daerah dan menanyai mereka tentang situasi dan kondisi wilayah kepemimpinannya – 341
8. Berkorepondensi dengan para pemimpin daerah – 342
Ketiga: hak-hak pemimpin daerah – 343
1. Patuh selama tidak mendurhakai Allah – 343
2. Memberikan nasehat kepada para pemimpin daerah – 344
3. Rakyat berkewajiban menyampaikan informasi yang benar kepada para pemimpinnya – 345
4. Menjatuhkan sanksi kepada pemimpin atas penyimpangan sikap dan kebijakannya – 345
5. Menghormati mereka setelah memberhentikannnya – 345
6. Gaji para pemimpin – 346
Keempat: kewajiban para pemimpin daerah – 347
1. Menegakkan urusan Agama – 347
2. Memberikan perlindungan dan mewujudkan stabilitas keamanan masyarakat dalam negeri – 350
3. Berjuang di jalan Allah – 350
a. Mengirimlkan para relawan pemimpin negara ke medan perang – 351
b. Mempertahankan wilayah kekuasaannya dari serangan musuh – 351
c. Memperkokoh benteng pertahanan – 351
d. Memantau berbagai informasi tentang kekuatan dan pergerakan musuh – 351
e. Memasok kuda-kuda perang ke berbagai kota dan daerah – 352
f. Mengajari dan mempersiapkan pemuda berperang – 352
g. Memantau laporan catatan para perwira militer – 352
h. Berkomitmen melaksanakan perjanjian-perjanjian – 353
4. Mengerahkan segenap kemampuan menjamin kebutuhan rakyat – 353
5. Mengangkat para pegawai dan pejabat negara – 353
6. Melindungi Ahlu Dzimmi – 354
7. Bermusyawarah dengan majelis syura mengenai pemerintahannya – 354
8. Memperhatikan kemakmuran dan permukiman daerahnya – 355
9. Memperhatikan kondisi sosial penduduk wilayah pemerintahannya – 355
10. Waktu-waktu bertugas bagi seorang pemimpin – 355
Pembahasan ketiga: hakekat pemerintahan Utsman bin Affan – 356
Pertama: Muawiyah bin Abu Sufyan bin Harb dari Bani Umaiyah – 359
1. Bukti dari Al-Qur’an – 359
2. Bukti dari As-Sunnah – 359
Kedua: Abdullah bin Amir bin Kuraiz – 360
Ketiga: Al-Walid bin Uqbah – 363
Hukuman terhadap Al-Walid bin Uqbah karena Minuman keras – 363
Keempat: Said bin Al-Ashβ€”366
Kelima: Abdullah bin Sa’ad bin Abu As-Sarh – 372
Keenam: Marwan bin Hakam dan Putranya – 375
Ketujuh: Apakah Utsman bin Affan Ra mengangkat salah satu kerabatnya dengan mengorbankan kepentingan Umat Islam lainnya? – 379
Pembahasan keempat: hakekat hubungan Abu Dzar Al-Ghifari dengan Utsman bin Affan – 383
Pertama: kisahnya secara Umum – 383
Kedua: bantahan terhadap Adanya pengaruh Abdullah Bin Saba terhadap Abu Dzar – 393
Ketiga: Meninggalnya Abu Dzar dan pengurusan Keluarganya oleh Utsman bin Affan – 396
PASAL KEENAM
FAKTOR-FAKTOR PEMICU TRAGEDI PEMBUNUHAN UTSMAN BIN AFFAN Ra
Pembahasan pertama: Arti penting meneliti berbagai realita terjadinya tragedi pembunuhan utsman bin Affan dan berbagai peristiwa yang ditimbulkannya, serta hikmah di balik pernyataan Rasulullah mengenai kejadiannya – 399
Pertama: memahami perang Shiffin, perang jamal, dan lainnya – 399
Kedua: Hikmah pemberitahuan Rasulullah SAW mengenai akan terjadinya tragedi tersebut – 407
Pembahasan kedua: Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya tragedi pembunuhan Utsman bin Affan – 413
Pertama: kemakmuran dan pengaruhnya pada masyarakat – 419
Kedua: karakter perubahan sosial pada masa pemerintahan Utsman bin Affan – 424
1. perubahan-perubahan komposisi dan jaringan sosial masyarakat – 426
2. komposisi jaringan Budaya Masyarakat – 432
3. munculnya generasi baru – 434
4. potensi masyarakat untuk menerima rumor dan kekacauan – 436
Ketiga: kepemimpinan Utsman bin Affan setelah Umar bin Al-Khattab – 437
Keempat: para sahabat terkemuka keluar Madinah – 438
Kelima: fanatisme Jahiliyah – 440
Keenam: berhentinya penaklukan-penaklukan – 441
Ketujuh: pemahaman keliru tentang wara’ – 442
Kedelapan: Ambisi para pengacau keamanan – 443
Kesembilan: konspirasi para pendengki – 443
Kesepuluh: konspirasi sistematik melawan Utsman bin Affan – 444
Kesebelas: Pengguanan berbagai strategi untuk membangkitkan kemarahan Rakyat – 447
Keduabelas: pengaruh kaum saba dalam mengorbankan fitnah – 448
1. kaum saba, apakah realita atau imajinasi semata? – 448
2. peran Abdullah bin Saba dalam memicu tragedi – 454
PASAL KETUJUH
TERBUNUHNYA UTSMAN BIN AFFAN
Pembahasan pertama: meletusnya tragedi – 461
Pertama: para pengacau keamanan keberatan direformasi – 463
Kedua: Abdullah bin saba, si yahudi pemimpin jaringan tersebut – 464
Ketiga: para pembuat onar mengacaukan majelis said bin al-ash – 467
Keempat: pembuat onar diusir Oleh muawiyah bin abu sufyan – 469
Surat Muawiyah kepada Utsman Bin Affan mengenai para pembuat onar dari kufah – 477
Kelima: para pembuat keonaran kembali ke kufah kemudian di asingkan ke Al-Jazirah – 478
1. para pembuat keonaran di Bashrah memfitnah Asyajj Abdul Qais – 480
2. abdullah bin Saba telah menentukan tahun ke – 34 Hijriyah untuk bergerak – 481
3. Kondisi penduduk kufah ketika pembuat keonaran bergerak – 481
4. Al-Qa’qa bin Amr At-tamimi berhasil membendung gerakan pertama -- 482
5. Yazid bin Qais mengirim surat kepada pembuat onar yang berada dalam pengawasan Abdurrahman bin Khalid Al-Walid -- 483
6. Al-Qa’qa bin Amr menyarankan untuk membunuh pemimpin pembuat onar – 484
7. Pembuat Onar mencegah Said bin Al-Ash memasuki kufah – 485
8. Abu Musa Al-Asy’ari berusaha mengendalikan keadaan dan mencegah pembangkangan – 487
9. Surat Utsman bin Affan kepada para pembangkang di kufah – 488
Pembahasan kedua: strategi Utsman bin Affan menghadapi Huru-Hara – 489
Pertama: saran para sahabat agar Utsman bin Affan Ra membentuk tim investigasi -- 489
Kedua: mengirim surat kepada penduduk di semua wilayah sebagai pengumuman menyeluruh bagi umat islam – 491
Ketiga: musyawarah Utsman bin Affan dengan para gubernurnya dari berbagai daerah – 492
1. Dua usulan Muawiyah bin Abu Sufyan yang ditolak Utsman bin Affan – 495
2. Utsman bin Affan Ra menerobos barisan pemberontak setelah kedatangan mereka di madinah – 496
Keempat: membangun hujjah atas para pemberontak – 497
Kelima: memenuhi sebagian tuntutan mereka – 502
Keenam: prinsip-prinsip Utsman bin Affan Ra dalam menyikapi keonaran – 503
1. Memastikan kebenaran informasi – 503
2. Berkomitmen menegakkan keadilan dan menjaga obyektifitas – 503
3. Santun dan penuh perhitungan – 503
4. Menjaga kesatuan dan persatuan, dan menghilangkan segala persoalan yang memecah belah umat islam – 504
5. Konsisten untuk diam dan tidak banyak bicara – 504
6. Bermusyawarah dengan ulama rabbani – 504
7. Memahami hadits-hadits Rasulullah SAW mengenai keonaran – 504
Pembahasan ketiga: para prusuh menduduki Madinah – 506
Pertama: Kedatangan pembuat keonaran dari berbagai daerah – 506
Ali bin Abi Thalib Ra mendapat mandat dari Amirul mukminin Utsman bin Affan untuk bernegosiasi dengan para pembuat keonaran dari berbagai daerah – 508
Kedua: Permulaan pengepungan dan pendapat Utsman bin Affan mengenai shalat di belakang pemimpin pemberontak – 514
Ketiga: perundingan antara Utsman bin Affan Ra dengan pengepungannya – 515
1. Abdulllah bin Umar Ra menyarankan kepada Amirul Mukminin Utsman bin Affan Ra untuk tidak memenui tuntutan pemberontak agar ia meletakkan jabatannya – 516
2. Para pengepung mengancam akan membunuhnya – 518
3. Utsman bin Affan Ra membangun hujjah atas kesesatan sha’sha’ah – 519
4. Utsman bin Affan Ra mengingatkan mereka tentang keutamaan-keutamaannya – 520
Keempat: pembelaan para sahabat kepada Utsman bin Affan Ra dan penolakannya terhadap tawaran itu – 523
1. Ali bin Abi thalib Ra – 523
2. Zubair Bin Al-Awwam Ra– 523
3. Mughirah bin Syu’bah Ra – 524
4. Abdullah bin Az-Zubair Ra – 525
5. Ka’ab bin Malik dan Zaid bin Tsabit Al-Anshari Ra – 525
6. Hasan bin Ali bin Abi Thalib Ra – 526
7. Abdullah bin Umar bin Al-Khattab Ra – 526
8. Abu Hurairah Ra – 526
9. Salith bin Salith – 527
10. Tawaran beberapa sahabat kepada Utsman bin Affan Ra untuk membantunya keluar ke Makkah – 527
Faktor-faktor yang mendorong Utsman bin Affan RA menolak saran para sahabat untuk melawan – 528
Kelima: sikap Ummahatul Mukminin dan para sahabat yang lain – 530
1. Ummu habibah binti Abu sufyan Ra – 530
2. Shafiyyah istri Rasulullah – 531
3. Sayyidah Aisyah Ummul Mukminin Ra – 531
4. Sikap para sahabat perempuan – 533
a. Asma’ binti Umais Ra – 533
b. Ash-Shu’bah binti Al-Hadrami – 534
Keenam: siapa yang memimpin ibadah haji pada tahun itu? Apakah Utsman bin Affan RA meminta bantuan para gubernurnya untuk menolongnya? – 535
1. Siapa yang memimpin pelaksanaan ibadah haji pada tahun tersebut (35 H ) ? – 535
2. Apakah Utsman bin Affan RA meminta bantuan para gubernurnya untuk menolongnya ? – 543
3. Ceramah terakhir yang disampaikan Utsman bin Affan RA – 544
Ketujuh: Utsman bin Affan RA gugur sebagai syahid – 546
1. Hari terakhir pengepungan dan saat itulah Utsman bin Affan RA bermimpi – 546
2. Proses pembunuhannya – 547
Komentarnya para sahabat atas pembunuhan Utsman bin Affan RA – 552
1. Zubair bin Al-Awwam RA – 552
2. Thalhah bin Ubaidillah RA – 552
3. Ali bin Abi Thalib RA -- 553
4. Sa’ad bin Abi waqash RA – 553
Kedelapan: tanggapan pembunuhan Utsman bin Affan RA, tuhan kesyahidan, jenazah, shalat terhadap jenazahnya dan pemakamannya – 554
1. Tanggal pembunuhannya – 554
2. Usia Utsman bin Affan RA ketika gugur sebagai Syahid – 555
3. Jenazah Utsman bin Affan RA, shalat dan pemakamannya – 555
4. Muhammad Bin Abu Bakar Ash-Shiddiq terbebas dari tuduhan pembunuhan Utsman bin Affan RA – 557
Pembahasan keempat: sikap para sahabat terhadap pembunuhan Utsman bin Affan RA β€” 560
Pertama: pujian ahlul bait terhadap Utsman bin Affan dan mereka tidak terlibat dalam pembunuhannya – 562
1. Sikap sayyidah Aisyah RA – 562
2. Ali bin Abi Thalib RA – 566
3. Abdullah Bin Abbas Ra – 569
4. Zaid bin Ali RA – 570
5. Ali bin Al-Husein RA – 570
6. Abu Musa Al-Asy’Ari RA – 581
7. Abdullah bin jundab RAβ€”581
8. Abdullah bin amr bin al-ash RA – 581
9. Abdullah bin salam RA – 582
10. Hasan bin Ali RA – 582
11. Salamah bin Al-Akwa” RA 582
12. Abdullah bin Umar RA – 582
Kelima: dampak pembunuhan Utsman bin Affan dalam memicu tragedi berikutnya – 583
Keenam: kezhaliman dan kekerasan terhadap orang lain merupakan faktor terbesar kebinsaan di dunia dan akhirat – 584
Ketujuh: puisi-puisi tentang Utsman bin Affan RA – 582
Kesimpulan – 587
Penjelasan beberapa wilayah yang disebutkan dalam penelitian ini – 601
Sumber rujukan dan refensi -- 603

Tambah ke Keranjang
70000
350

Biografi Ustman bin Affan

checkout empty

Items

Total

total
qty
tax
taxrate
shipping
grandtotal
Setiap hari 09:00 - 18:00 WIB (kecuali hari libur nasional)
Somontalen RT 02 RW 04, Gang Mangga, Ngadirejo, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57556
Copyright Β© Buku Bagus 2020
envelope-owhatsappshopping-bag linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram