Butuh Bantuan? WhatsApp: 0821-3694-1626 Email: [email protected]

Buku Fikih Tadarruj

Buku Fikih Tadarruj

Spesifikasi

ISBN9789795928157
Halaman544
Dimensi (cm)16 x 25
Berat (gram)770
HargaRp 130.000
SampulHard Cover

Di antara keagungan Syariat Islam adalah, nilai-nilai dalam aturan –aturan yang terdapat didalamnya tidak mungin bertentangan dengan martabat kemanusiaan. Syariat islam adalah aturan-aturan dari Allah yang sangat menghargai, menjaga, dan melindungi fitrah manusia. Tidak ada aturan yang diturunkan oleh Sang Pencipta alam semesta ini, meainkan untuk kemaslahatan hidup manusia di dunia, dan keselamatnnya di akhirat kelak.

Syariat Islam adalah rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil’alamain). Karena itu, maqashid syariah (tujuan-tujuan dari tegaknya syariat), yaitu ; mejaga agama (hizhuddin), menjaga jiwa (hifzhunnaf), menjaga akal (hifzhul aql), menjaga harta (hifzhul maal), dan menjaga keturunan (hifzhunnasl), adalah upaya menjaga kemanusiaan agar tetap hidup dalam kemuliaan , keharmonisan, kebahagiaan, dan kesejahteraan.

Karena begitu mulianya syariat ini, maka upaya-upaya untuk membumikannya pun harus dilakukan dengan cara-cara yang sesuai dengan apa yang ditempuh oleh Rasulullah Saw, para sahabat, dan salafussaleh setelahnya. Di antaranya adalah dengan menggunakan metode pentahapan (at-tadarruj) ; yang dalam praktiknya memperhatikan hal-hal yang terkait dengan realitas masyarakat (fiqh al-waqi’), agenda prioritas (fiqh al-aulawiyat), dan keseimbangan (fiqh al muwazanah). Semuanya itu, bertujuan agar syariat ini secara bertahap diterima oleh seluruh umat manusia secara kaffah (menyeluruh).

Buku “Fikih Tadarruj” yang ada di tangan Anda, adalah karya ilmiah, dengan ratusan referensi otoritatif (mu’tabar) dan dapat dipertanggungjawabkan. Buku ini hadir sebagai jawaban atas keraguan orang-orang yang belum memahami syariat secara utuh dan juga jaawaban atas keraguan orang-orang yang masih menganggap syariat ini sebagai ancaman bagi kemanusiaan.

Daftar Isi

DUSTUR ILAHI DAN MISYKAT NABAWI – V
PENGANTAR PENERBIT – VII
PERSEMBAHAN – XI
PENGHARGAAN – XIII pembahasan ketiga
PENDAHULUAN – 1
Pentingnya tema ini – 6
Faktor-faktor yang mendorong pememilihan tema ini – 7
Metode penelitian – 9
Masalah-masalah yang dihadapi dalam penelitian ini – 10
Studi pustaka – 11
Prolog studi – 13
Pembahasan pertama: As-Siyasah (kebijakan/politik) – 15
Definisi As-Siyasah (politik) – 15
Tujuan-tujuan politik islam dan perbedaannya dengna politik konvensional – 21
A. Tujuan-tujuan politik islam – 21
B. Perbedaan antara As-Siyasah Asy-Syar’iah (politik islam) dan politik konvensional – 22
Pembahasan kedua: At-Tadarruj – (pentahapan/gradualitas) – 25
Definisi At-tadarruj – 25
A. Definisi secara bahsa – 25
B. Definisi secara istilah – 26
Tujuan-tujuan At-tadarruj (pentahapan) dala implementasi dalam syariat – 29
Pembahasan ketiga: hukum-hukum syariat – 33
Definisi Al-Ahkam (hukum-hukum) –33
A. Definisi secara bahasa – 33
B. Definisi menurut istilah – 34
Definisi Asy-Syari’ah – 41
BAB 1: KARAKTERISTIK SYARIAT ISLAM, MACAM-MACAM METODE PENTAHAPAN, DALIL-DALIL DIANJURKANNYA PENTAHAPAN, HIKMAH, CAKUPAN, DAN BATASAN-BATASANNYA – 47
Pendahuluan – 47
I. Karakterisitik syariat islam – 49
A. Karakteristik syariat Islam – 50
II. Sikap komprehensif (syumuliyah) dalam syariat islam – 59
A. Pengertian komprehensif (Asy-Syumul) – 60
B. Pilar-pilar dan petunjuk-petunjuk Syumuliyah syariat islam – 62
C. Arti penting syumuliyah islam dan perannya yang fital dalam proses reformasi – 63
III. Univestiras (Al-Alamiyah) dalam syariat islam – 63
A. Al-alamiyyah secara bahasa – 63
B. Al-alamiyyah secara istilah – 64
IV. Realitas (al-waqi’iyyah) – 67
A. Al-Waqi;iyyah secara bahasa – 67
B. Al-Waqi’iyyah menurut istilah – 67
V. Konstan dan fleksibel (ats-tsabat dan al-marunah) – 69
A. Definisi ats-tsabat (konstan/ tetrap dan pasti) – 69
B. Definisi al-marunah (fleksibael) – 69
C. Pentingnya aspek konstanitas (ats-tsabat), dan fleksibilitas (al-marunah) dalam syariat islam – 71
VI. Toleransi (at-tasamuh), memudahkan (at-taisir), dan menghilangkan kesusahan (Raf’ul haraj) – 74
A. Toleransi (at-tasamuh) – 74
B. Memudahkan (at-taisir) – 74]
C. Tidak memberatkan (rafi’ul haraj) – 75
VII. Moderat (al-wasathiyyah) – 80
A. Definisi moderat (al-wasathiyyah – 80
B. Beberapa pengertian Al-wasathiyyah – 83
VIII. Bertahap/gradual (at-tadarruj) – 88
A. Macam-macam pertahapan _at-tadarruj) – 90
B. Tahapan-tahapan dalam mengharamkan minuman keras – 93
C. Bentuk-bentuk pertahapan legislasi – 95
D. Pertahapan dalam memberikan penjelasan – 101
E. Pertahapan dalam kwantitas – 102
F. Pentahapan dalam hukum – 103
G. Pentahapan keragaman – 103
IX. Pentahapan dalam penyampaian dan penjelasan – (at-tadarruj fii at-tabligh wa al-bayan) – 104
A. Pengertian pertahapan dalam penyampaian (at-tadarruj fii at-tabligh) – 104
B. Dimensi-dimensi pentahapan dalam penyampaian – 107
C. Pentahapan dalam penyampaian materi dakwah – 117
D. Pentahapan dalam kwantitas/ standar penyampaian – 120
X. Pentahapan dalam penerapan – 122
A. Hakekat pentahapan dalam penerapan dalam penerapan syariat dan syarat-syaratnya – 122
B. Logika yang rasional dalam pentahapan penerapan syariat islam – 126
C. Mengerjakan perkara yang dapat dikerjakan – 128
XI. Manunsia diperintahkan mengerjaka apa yang mampu dilaksanakan --- 129
XII. Penerapan parsial sebagai bantu loncatran penerapan total – 131
A. Mempertimbangkan realitas (al-waqi’iyyah) – 131
B. Melalui fase-fase (al-marhalah) – 133
XIII. Dalil-dalil dianjurkannya pentahapan, hikmah, dan cakupannya – 137
A. Dalil-dalil diannjurkannya pentahapan (at-tadarruj) – 137
B. Hikmah pentahapan (at-tadarruj) – 153
C. Cakupan pentahapan dalam penerapan hukum-hukum syariat – 164
D. Aturan-aturan dan batasan pentahapan – 169
BAB II: SISTEM PENTAHAPAN DALAM DALI-DALIL SYARIAT – 185
Pendahuluan – 185
I. Metode pentahapan (tadarruj) dalam dalil-dalil syariat – 187
II. Metode Al-Qur’an dalam menegakkan syariat Islam dan hikmahnya – 191
A. Sistem legislasi Al-Qur’an – 191
B. Turunnya Al-Qur’an secara berangsu-angsur dan hikmahnya – 193
III. Sistem pentahapan dalam sunnah Nabi SAW – 213
IV. Pentahapan dalam penerapan hukum-hukum syariah pada masa Rasulullah SAW – 221
V. Sistem pentahapan dalam kaidah-kaidah syariah: Al-ihtisan, Al-Masalah, taghayyir bi tagahyyur al-ahwal – 230
A. Sistem pentahapan dalam kaidah-kaidah syariah – 230
VI. Perubahan fatwa karena perubahan kondisi (taghayyir fatwa bi at-taghayyir al-ahwal) – 250
VII. Contoh-contoh sistem pentahapan penerapan syariat dalam sejarah islam – 257
A. Pada masa kekhalifahan Umar bin Al-Khattab – 258
B. Pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz – 263
C. Konsep bertahap menurut sebagian Imam Mujtahid – 268
BAB III: METODE PENTAHAPAN (AT-TADARRUJ) DALAM PENERAPAN SYARIAT ISLAM DAN KEHENDAKNYA – 275
Pendahuluan – 275
I. Kaidah-kaidah Tadarruj dalam penerapan syariat islam dan Maqashid Asy-Syar’iyyah – 279
A. Memahami Maqashid Asy-Syariah – 279
B. Buah dari memahami maqashid Asy-Syar’iyyah – 284
II. Korelasi Antara metode Tadarruj dam Maqashid Asy-Syar’iyyah – 290
A. Tujuan penerapan syariat islam – 293
III. Tujuan syariat dalam Al-wilayah – 307
A. Pengertian Al-Wilayah – 307
B. Maqashid al-wilayah – 311
C. Beberapa sarana yang mendukung realisasi tujuan syariat dalam al-wilayah – 317
D. Korelasi antara kaidah realisasi tujuan al-wilayah dengan metode tadarruj – 323
IV. Keutamaan fikih realitas (fiqh al-waqi’) – 324
A. Pengertian Al-fiqh – 326
B. Pengertian al-waqi’ (realita) – 328
C. Urgensi Fiqh Al-Waqi’ (fikih realitas) – 330
VI. Keutamaan fiqh al-aulawiyat (fikih prioritas) – 332
A. Pengertian fiqh al-aulawiyat – 332
B. Urgensi fiqh al-aulawiyat – 333
C. Priopritas yang harus dipertahankan dalam menerapkan hukum-hukum syariat – 335
VII. Keutamaan fiqh al-muwazanah (fikih keseimbangan) – 336
A. Pengertian fiqh al-muwazanah – 336
B. Siapakah yang berhak melakukan al-muwazanah? – 337
C. Urgensi memperhatikan fiqh al-muwazanah – 338
D. Korelasi mengamalkan fiqh al-muwazanah dengna metode tadarruj dalam menegakkan syari’at – 341
VIII. Mekanisme kebijakan pentahapan (tadarruj) dalam penerapan hukum-hukum syariat – 343
A. Pengertia tauhid – 343
B. Urgensi memperkokoh bangunan akidah – 344
C. Mempersiapkan keadaan yang kondusif (at-thayyu’ah) – 354
D. Definisi mempersiapkan keadaan yang kondusif – 354
E. Urgensi pengkondisian – 355
F. Urgensi mengkondisikan suasana yang kondisif pada masa sekarang – 358
G. Mempersiapkan dan mendidik keluarga dan masyarakat untuk menerapkan syariat – 359
IX. Mengkondisikan masyarakat untuk menerapkan syariat – 371
A. Pengertian masyarakat – 371
B. Perhatian islam terhadap masyarakat dan simbol-simbolnya – 372
C. Urgensi mengkondisikan masyarakat untuk mengamalkan syariat islam – 376
D. Pentingnya pentahapan dalam memperbaiki perilaku masyarakat – 377
E. Perbaikan konsep-konsep pendidikan dan pengajaran – 378
X. Memperbaiki peran media massa untuk mendukung penerapa n syariat islam – 382
A. Definisi media massa – 382
B. Urgensi pemberitahuan dan perannya dalam mendukung penerapan syariat islam – 386
XII. Kodifikasi hukum-hukum syariat islam – 396
A. Definisi kodifikasi (at-taqnin) – 396
B. Urgensi kodifikasi – 397
C. Fase kodifikasi hukum syariat – 399
D. Manfaat kodifikasi hukum-hukum syariat – 400
E. Hukum-hukum syariat yang masuk kodifikasi – 402
F. Perangkat kodifikasi hukum-hukum syariat – 403
G. Tanggapan Ulama terhadap kodifikasi hukum-hukum syariat – 404
H. Mengubah undang-undang dan mengoreksi kembali aturan-aturan yang bertentangan dengan syariat – 410
A. Definisi undang-undang (ad-dustur) – 410
XIII. Pengubahan peraturan perundang-undangan yang menyalahi syariat islam dan amandemennya – 413
XIV. Menghilangkan syubhat seputar syariat islam – 418
A. Beberapa syubhat penghalang ajakan untuk menerapkan syariat islam – 418
B. Cara menghadapi syubhat – 429
XIV. Beberapa kendala dalam penerapan syariat islam dan cara menghadapinya – 430
A. Apa yang dimaksud kendala (mu’awwiq)? – 431
B. Lemahnya iman terhadap kewajiban melaksanakan syariat – 432
C. Stagnasi pemikiran dan fanatisme madzhab atau golongan – 441
D. Tidak mengetahui syariat-syariat islam – 445
E. Pihak-pihak yang memusuhi islam – 449
F. Hambatan dari penguasa – 457
G. Cara memberantas hambatan-hambatan yang ada – 459
Penutup – 465
Daftar pustaka – 483
Profil penulis -- 523

checkout empty

Items

Total

total
qty
tax
taxrate
shipping
grandtotal
Setiap hari 09:00 - 18:00 WIB (kecuali hari libur nasional)
Somontalen RT 02 RW 04, Gang Mangga, Ngadirejo, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57556
Copyright © Buku Bagus 2020
envelope-owhatsappshopping-bag linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram