Butuh Bantuan? WhatsApp: 0821-3694-1626 Email: [email protected]

Buku Jihad Ekonomi

Buku Jihad Ekonomi

Spesifikasi

ISBN9789795927808
Halaman300
Dimensi (cm)13,5 x 20,5
Berat (gram)273
HargaRp 65.000
SampulSoft Cover

Suatu saat, Fudhail bin Iyadh berkata kepada Ibnu Mubarak, “wahai Mubarak, engkau suruh kammi hidup zuhud dan sederhana, tapi kami melihatmu berbisnis, engkau selalu membawa barang dagangan dari Khurasan ke Tanah Suci? Ibnu Mubarak menjawab, “ Innama af’alu dza, liashuna wajhi, wa asta’inu bihi ala tha’ati rabbii, saya melakukan semua ini untuk menmjaga kehormatanku, keuntungan yang kudapat, seabagai wasilah taat kepada Rabbku.” (Tarikh Baghdad, Al-Khatib Al-Baghdadi,11/388)

Kehormatan diri dan wasilah taat kepada Allah adalah alasan yang kuat dan tepat untuk membangun ekonomi umat. Kehormatan diri agar tidak didikte orang-orang kuat, penguasa dan elit untuk kepentingan sesaat. Wasilah taat kepada Allah, karena memang harta itu sejaatinya menjadi penghantar memnuju keridhaan Allah.

Sejarah islam membuktikan bahwa berdagang adalah pilihan sadar bagi sebagian tokoh islam ternama sehingga ekonomi mereka menjadi kuat di masanya. Khalifah yang empat, Abdu Rahman bin Auf, Abu Thalhah, Zubaidah bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqash, Thalhah bin Ubaidillah adalah orang-orang kaya di masanya. Bahkan Imam Ibnu Hanifah, pengusaha garmen yang sukses sekaligus pakar fikih. Dan ada satu fakta menarik bahwa sebagian nama-nama di atas adalah orang-orang yang mendapat jaminan surga.

Karena memang penting antara religius dan kesejahteraan menyatu dalam waktu yang sama. Ahli sejarah menyebut puncak kejayaan umat islamberada pada khalifah Umar bin Abdul Aziz. Salah satu indikasinya adalah kekuatan ekonominya, konon orang-orang kaya kesulitan mencari orang miskin. Sebagai ilustrasi,tema diskusi saat mereka bertemu, “Anda semalam shalat tahajjud berapa rakaat? Kemarin infaq berapa? Hari ini shalat dhuha dimana? Dst. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah orang yang terhormat dan kaya tapi beliau juga orang yang paling banyak menangis . kira-kira begitulah ketika keshalehan dan kesejahteraan menyatu.

Setelah peristiwa aksi umat islam pada 2 Desember 2016, (aksi 212), yang dihadiri jutaan peserta telah mengisnpirasi ulama dan umat untuk membangkitkan perekonomian umat yang semakin terpuruk. Daripada membahas tema-tema yang masih dalam tataran imajinasi yang sulit dijangkau, yang jauh lenih riil dan mendesak. Kita belajar dari kekuatan Cina yang berusaha menguasai ekonomim dan hari-hari ini mereka ‘terlihat enteng’ mengusai politik, dll.

Buku ‘jihad ekonomi’ ini, hadir dalam revisi baru yang sebelumnya sudha pernah terbit dengan judul “ bisnis satu cabang jihad.” Penulis mengajak kita untuk membangun niat memajukan ekonomi islam yang berbasis masyarakat dan keumatan. Sebab jika ekonomi kuat, dismaping kita telah mengamalkan Al-Qur’an, melanjutkan tradisi orang shaleh, lebih dari itu, kita telah berupaya menjaga harga diri sebagai umat dan melaksanakan satu cabang jihad dalam islam, yaitu jihad Ekonomi. Semoga kehadiran buku ini akank banyak melahirkan pengusaha-pengusaha dan pelaku ekonomi yang handal untuk kemakmuran dan kebangkitan islam. Allahu Akbar.

Daftar Isi

  • Dustur Ilahi – vii
  • Pengantar Penerbit – ix
  • Sambutan – xi
  • Sekapur Sirih – xv
  • Gerbang buku – 1
  • BUDAYA BISNIS, KUNCI BERTAHAN HIDUP
  • BAB 1 – MENGGENGGAM PEDOMAN - 19
    • Anak kepiting memilih jalan tepat – 19
    • Pilihan bisnis – 20
    • Dominasi ujian dan bisnis – 25
    • Jalan si kepiting – 27
    • Kenali jati diri – 30
    • Menangani konflik – 32
    • Tak ada pilihan lain – 33
    • Menerapkan budaya bisnis – 34
    • Bisnis menunut banyak hal – 36
    • Jiwa raga bisnis – 37
      1. Membangun pondasi bisnis – 38
      2. Membangun citra baik dan reputasi – 39
      3. Menangani konflik Nilai – 41
    • Bumi mesti Dipijak sebelum langit dijunjung – 43
    • Fitrah bisnis: meraih kekayaan dan menambah harta – 44
    • Motivasi bisnis: beribadah dan beramala shalih melalui bisnis – 47
    • Menjunjung langit setelah berpijak di Bumi –49
    • Kenyataan pahit – 51
    • Kesuksesan diukur dari keuntungan uang – 56
    • Ciri-ciri pewirausaha – 58
    • Tidak semua pengusaha adalah pewirausaha – 58
    • Manfaat dari kesuksesan pengusaha-pewirausaha – 61
    • Pengaruh pengusaha-pewirausaha – 64
    • Pengusaha-pewirausaha adalah pencetus pembaruan – 68
    • Pengusaha-pewirausaha, sang pemecah penghalang – 73
    • Pengusaha-pewirausaha; Manusia berjiwa Besar – 75
    • Revoluis diri – 78
    • Pikiran utnuk bertahan hidup – 81
    • Sejumput doa pengyusaha-pewirausaha – 84
  • BAB 2 – MEMBISNISKAN BUDAYA - 87
    • Injit-injit semut siapa sakit naik ke atas – 87
    • Pembatuan sikpa dan pandangan – 87
    • Bertimbang usaha VS bertimbang rasa – 92
    • Sama cita, sama rasa – 95
    • Pemborosan tenaga dan sumber – 97
    • Spesialisasi dan disiplin; dua kelinci Efektivitas – 99
    • Budaya Sate – 103
    • Pilih kasih – 107
    • Menangani birokrasi – 109
    • Berkompetisilah dalam kebaikan – 112
    • Persaingan adalah keniscayaan bisnis -- 112
    • Membangun daya saing – 118
    • Raja bisnis, maharaja korporasi – 123
    • Gajah sirkus – 131
    • Penjajahan pikiran dan jiwa – 131
    • Warisan penjajahan – 133
    • Penjajahan global oleh Mickey Mouse dan McDonald’s – 137
    • Menentang arus Global – 139
    • Transformasi budaya – 142
    • Menggali warisan budaya Melayu – 149
    • Hijrah, bukan revolusi – 153
    • Perang kepemimpinan – 156
    • Hijrah untuk membisniskan budaya – 159
    • Membentuk pengusaha yang disiplin dan waspada – 167
    • Dari usaha individu menuju usaha Organisasi – 169
  • BAB 3 – MEMBUDAYAKAN BISNIS - 173
    • Ilmu dan hikmah bisnis – 174
    • Entrepreneur intelek dan budayawan – 174
    • Menajamkan mata dan persaingan Global – 176
    • Ilmu dan hikmah, dasar kemajuan bersaing – 178
    • Pengusaha pewirausaha Adalah pengusaha Bijaksana – 181
    • Penguasaan ilmu dalam “K-Ekonomi” – 186
    • Beramala lewat Bisnis – 190
    • Antara budi dan harta --- 190
    • Bisnis sebagai amal jariah – 192
    • Pengusaha-pewirausaha sebagai pemberi sumbangan – 195
    • Konsep organisasi dan industri yang bersifat pelayanan sosial – 205
    • Jihad bisnis: berbudi dan menymbang melalui Harta kekayaan – 206
    • Perusahaan bukan penjahat – 210
    • Dajjal korporasi bermata satu – 210
    • Membudayakan bisnis: memperbaiki pengaruhnya – 213
    • Berkah bisnis – 217
    • Kelebihan berkah bisnis – 220
    • Berkah anggota untuk kesuksesan Organisasi – 224
    • Lambang budaya bisnis – 229
    • Pemusnahan menara kembar WTC di New York – 230
    • Merek (Brand) sebagai lambang identitas bisnis – 234
    • Merek (brand) lambang Nilai Budaya – 236
    • Lambang bisnis Melayu-Muslim – 238
    • Filsafah korporasi lambang nilai -- 240
    • Menerapkan Nilai untuk Disepakati, dengan ilmu dan hikmah – 243
    • Tali ikatan lambang nilai perjuangan dalam bisnis – 246
  • BAB 4 – MENDAKI OMBAK PERSAINGAN - 249
    • Ombak krisis Asai – 250
    • Kelemahan pendekatan korporasi Asia – 254
    • Ancaman korporasi Barat – 257
    • Ketahanan bisnis berdasarkan Nilai yang disepakati – 263
    • Kelebihan pendekatan berorganisasi – 267
  • DAFTAR PUSTAKA – 289
checkout empty

Items

Total

total
qty
tax
taxrate
shipping
grandtotal
Setiap hari 09:00 - 18:00 WIB (kecuali hari libur nasional)
Somontalen RT 02 RW 04, Gang Mangga, Ngadirejo, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57556
Copyright © Buku Bagus 2020
envelope-owhatsappshopping-bag linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram