Butuh Bantuan? WhatsApp: 0821-3694-1626 Email: [email protected]

Buku Shahih Dha'if Nailul Authar

Penulis:
Penerbit:

Buku Shahih Dha'if Nailul Authar

Penulis:
Penerbit:

Spesifikasi

ISBN9786028417709
Halaman2524
Dimensi (cm)24
Berat (gram)3911
HargaRp 450.000
SampulHard Cover

Resensi:

Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam dan shalawat serta salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Buku ini berjudul “Buku Shahih Dhaif Nailul Authar Kumpulan Hadits Hukum Terlengkap”, Buku ini merupakan terjemahan Kitab Nailul Authar Syarh Muntaqa al-Akhbar adalah kitab fikih yang disusun oleh Imam Syaukani (1172 H – 1250 H). Kitab yang masyhur ini menguraikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dengan mengacu kepada dalil ilmiah berdasarkan hadits-hadits yang shahih. Isinya memuat hadits-hadits hukum yang dihimpun dari berbagai kitab hadits seperti Shahih Al-Bukhari,Shahih Muslim, Musnad Ahmad, Jami’ At-Tirmidzi, Sunan An-Nasa’i, Sunan Abi Daud, Sunan Ibnu Majah dan kitab-kitab hadits lainnya.

Tentunya hal ini kan memudahkan kaum muslimin untuk belajar dan mengambil intisari dari Kitab Nailul Authar yang sangat bermanfaat. Sangat cocok untuk Anda jadikan sebagai rujukan dalam mengetahui hukum dan aturan fiqih sehari-hari.

Mudah-mudahan kita dapat mempelajari dan memahami ilmu fiqih dengan menelaah buku ini. Dan juga kita dimudahkan untuk menerapkan dalam kehidupan sehari-hari serta mendakwahkannya kepada kaum muslimin. Selamat menyimak.

Semoga Allah menjadikan bagi penulis, penerbit, pengedar dan pembaca buku ini mendapatkan keridhaan dan surga-Nya.

Aamiin.

Semoga bermanfaat.

Selamat membaca, Selamat belajar.

Daftar Isi

DAFTAR ISI
Kata pengantar – 1
Kamus istilah Ilmu Hadits – 5
Hukum mengamalkan Hadits Dha’if – 44
Ukuran dan timbangan Nabawi – 49
KITAB THAHARAH (BERSUCI) – 51
Bab-bab tentang Air – 51
Bab sucinya Air luat dan lainnya – 51
Bab sucinya Air bekas wudhu – 52
Bab penjelasan tentang hilangnnya daya pensuci Air – 53
Bab bantahan terhadap orang yang berpendapat bahwa Air yang telah diciduk untuk membasuh wajah menjadi Air Musta’mal – 55
Bab sisa Air yang dipakai wanita bersuci – 55
Bab hukum air yang terkena Najis – 57
Bab Air sisa minum Binatang – 59
Bab Air sisa minum Kucing – 60
Bab-bab tentang cara menyucikan Najis – 62
Bab jumlah basuhan untuk menyucikan jilatan Anjing – 62
Bab mengerik, mengosok Najis dan adanya Rukhshah pada Noda Najis yang sulit dihilangkan – 63
Bab penetapan Air sebagai pembersih Najis – 64
Bab menyucikan Tanah dengna banyak disiram Air – 65
Bab bagian bahwa sandal yang terkena Najis – 66
Bab memerciki Air kencing bayi laki-laki yang belum diberi Makan – 67
Bab keringanan hukum pada kencing hewan yang bisa dimakan dagingnya – 70
Bab Madzi – 70
Bab Mani – 72
Bab tidak najisnya bangkai hewan yang tidak memiliki Darah – 73
Bab seorang muslim tidak Najis ketika mati, begitu pula rambut dan bagian tubuhnya tidak najis ketika terpisah darinya – 73
Bab larangan memanfaatkan kulit hewan yang tidak boleh dimakan dagingnya – 76
Bab menyucikan kulit dengan disamak – 78
Bab haramnya memakan kulit bangkai meskipun telah di samak – 80
Bab dihapusnya hukum menyucikan kulit bangkai dengan disamak – 81
Bab najisnya daging hewan yang tidak dimakan dagingnya – 82
Bab-bab tentang bejana – 84
Bab bejana emas dan perak – 84
Bab larangan menambal bejana dengan emas dan perak kecuali dengan sedikit perak – 86
Bab keringanan hukum pada bejana kuningan dan sejenisnya – 86
Bab anhuran menutup bejana – 87
Baba bejana orang kafir – 87
Bab-bab tentang etika buang hajat – 90
Bab doa masuk dan keluar WC – 90
Bab menenggalkan benda yang terdapat nama Allah padanya – 91
Bab tidak berbicara ketika buang hajat – 91
Bab menjauh dan mencari penutup ketika buang hajat di tanah lapg – 92
Bab larangan menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang hajat – 93
Bab bolehnya buang hajat menghadap atau membelakangi kiblat jika dalam bangunan – 94
Bab mencari tempat yang meresap dan menghindari tempat yang dimakruhkan untuk buang hajat – 96
Bab kencing di bejana karena terpaksa – 98
Baba kencing kenicng dengan berdiri – 99
Bab keharusan Istinja’ (cebok) dengan Air atau batu – 100
Bab larangan dengan istijmar dengan kurang dari tiga batu – 101
Bab benda lain yang bisa digunakan istijmar selain batu – 102
Bab larangan istijmar dengan kotoran hewan dan tulang – 103
Bab larangan istijmar dengan makanan atau sesuaru yang memiliki kehormatan – 104
Bab benda yang tidak boleh digunakan untuk istijmar karena najis – 105
Bab istinja’ dengan Air – 106
Bab wajibnya mendahulukan Istinja’ sebelum eudhu – 106
Bab-bab bersiwak dan sunah fitrah – 108
Bab anjuran bersiwak dan saat-saat yang lebih ditekankan – 108
Bab orang yang berwudhu bersiwak dengan tangannya saat berkumur – 110
Bab amalan fitrah – 112
Bab khitan – 113
Bab memotong kumis dan memellihara jenggot – 114
Bab makruhnya mencabut uban – 115
Bab mengubah warna uban dengan Inai dan makruhnya mewarnai dengan warna hitam – 116
Bab bolehnya memelihara dan merawat rambut serta anjuran memendekkannya – 119
Bab bercelak dan memakai wewangian – 122
Bab membaluri tubuh dengan kapur – 1125
Bab-bab tentang cara wudhu – 126
Bab dalil wajibnya Niat – 126
Bab membaca basmalah keduaa telapak tangan sebelum berkumur terlebih dahulu ketika bangun dari tidur malam – 127
Bab berkumur dan istinsyaq – 128
Bab bolehnya mengakhirkan berkumur dan istinsyaq setelah membasuh wajah dan kedua tangan – 130
Bab bersungguh-sungguh dalam istinsyaq – 131
Babmembasuh jenggot yang terurai – 132
Bab tidak waibnya menyampaikan Air ke bagian dalam jenggot yang lebat – 133
Bab menyela-nyela jenggot – 134
Bab berusaha membasuh saluran air mata dan kerutan wajah dengan Air yang lebih – 134
Bab membasuh kedua tangan beserta siku dan melebihkan bagian yang dibasuh – 135
Bab mengusap seluruh kepala beserta caranya dan bolehnya mengusap sebagian – 137
Bab apakah disunnahkan mengulang dalam mengusap kepala> -- 139
Bab kedua telinga adalah bagian dari kepala sehingga diusap dengan Air yang telah digunakan unutk mengusap kepala – 140
Bab mengusap bagian luar dan dalam telinga – 141
Bab mengusap pelipis karena termasuk bagian kepala – 141
Bab mengusap leher – 142
Bab bolehnya mengusap sorban – 142
Bab mengusap bagian yang biasa tampak dari kepala bersamaan dengan mengusap sorban – 144
Bab wajibnya membasuh kedua kaki – 144
Bab mendahulukan yang kanan ketika berwudhu – 146
Bab membasuh anggota wudhu sekali, dua kali, atau tiga kali serta dimakruhkan lebih dari itu – 147
Bab doa setelah wudhu – 148
Bab Al-Muwalat (berturut-turut) dalam berwudhu – 149
Bab bolehnya saling tolong menolong dalam berwudhu – 150
Bab memakai handuk setelah berwudhu dan mandi – 150
Bab tentang mengusap bagian atas spatu (ketika berwudhu) – 152
Bab disyari’atkannya mengusap bagian atas sepatu – 152
Bab mengusap bagian atas sepatu, kaos kaki, dan sandal – 153
Bab penetapan masa berlakunya memakai sepatu – 1154
Bab mengusap sepatu hanya pada bagian atasnya – 158
Bab-bab tentang pembatal wudhu – 159
bab berwudhu karena sesuatu yang keluar dari Qabul dan Dubur – 159
bab beerwudhu karena ada Najis yang keluar dari selain Qubul dan Dubur – 160
bab berwudhu karena tidur – 161
bab berwudhu karena menyentuh wanita – 163
bab berwudhu karena menyentuh kemaluan – 165
bab berwudhu karena memakan daging unta – 167
bab hukum orang yang ragu berhadats setelah bersuci – 169
bab wajib berwudhu untuk mengerjakan shalat, thawaf, dan menyentuh mushaf – 170
bab-bab tentang hal yang disunnahkan unutk berwudhu – 172
bab anjuran berwudhu setelah memakan makana yang disentuh Api dan boleh meninggalkannya – 172
bab keutamaan berwudhu untuk setiap shalat – 174
bab anjuran bersuci untuk membaca dzikrullah dan boleh meninggalkannya – 176
bab anjuran berwudhu sebelum tidur – 177
bab penekanan anjuran berwudhu sebelum tidur bagi yang junub serta anjuran berwudhu baginya jika ingin makan, minum, atau mengulangi jimak – 178
bab boleh tidak berwudhu sebelum melakukan hal-hal tersebut – 180
Bab-bab tentang hal yang mewajibkan mandi – 181
Bab mandi karena keluar Mani – 181
Bab wajib mandi janabat karena bersetubuh dan masukhnya hadits yang meniadakan wajib mandi – 182
Bab ingat mimpi basah namun tidak mendapati adanya Air mani atau sebaliknya – 184
Bab wajib mandi bagi orang kafir yang masuk islam – 185
Bab mandi setelah haid – 186
Bab larangan membaca Al-Qur’an bagi yang haid dan junub – 86
Baba orang yang junub boleh melewati masjid tetapi dilarang berdiam diri di dalamnya kecuuali seteah berwudhu – 187
Bab menggauli beberapa istri dengan sekali atau beberapa kali mandi – 190
Bab-bab tentang mandi sunnah – 192
Bab mandi hari jumat – 192
Bab mandi hari raya – 195
Bab mandi karena memandikan jenazah – 195
Bab mandi unutk ihram, wuquf di arafah, dan masuk mekkah – 197
Bab wanita yang sedang istihadhah mandi setiap hendak shalat – 1198
Bab mandi setelah siuman dari pingsan – 200
Bab tata cara mandi – 201
Bab menyela-nyela bagian dalam rambut dan dalil tentang ikatan rambut – 203
Bab anjuran melepas ikatan rambut ketika mandi haid dan menghilangkan bau darah – 204
Bab dalil tentang ukuran Air untuk mandi dan wudhu – 205
Bab ukuran air teresebut adalah jumlah yang dianjurkan dan boleh kurang darinya apabila mencukupi – 207
Baba menutupi diri dari pandangan orang lain ketika mandi, dan boleh telanjang bila sendirian – 208
Bab masuk ke dalam Air tanpa kain – 210
Bab hukum masuk ke permandian Umum – 210
KITAB TAYAMUM – 212
Bab tayamum bagi yang sedang junub bila tidak mendapati Air dan hendak mengerjakan shalat – 212
Bab tayammum karena luka bagi yang sedang junub – 212
Bab tayammum karena takut bahaya dingin bagi yang sedang junub – 213
Bab rukhshah tayammum bagi yang telah bersetubuh karena tdak ada air – 214
Bab syarat tayammum harus sudah masuk waktu shalat – 215
Bab orang yang mendapat air yang hanya cukup untuk sebagian anggota wudhu/mandinya maka ita tetap bersuci dengannya – 216
Bab penetapan debu sebagai alat tayammum, bukan dengan benda-benda pada tyang lain – 216
Bab tata cara tayamum – 217
Bab orang yang bertayamum di awal waktu shalat kemudian setelah waktu shalat ia mendapati air – 218
Bab batalnya tayamum dengan ditemukannya Air ketika shalat dan diluarnya – 219
Bab shalat tanpa bersuci dengan air ataupun debu karena darurat – 219
Bab-bab tentang Haid – 220
Bab wanita yang istihadhah berpatkan pada kebiasaan masa Haidnya – 220
Bab membedakan darah Haid dengan darah lainnya – 222
Bab menjalani haid selama enam atau tujuh hari bagi wanita yang tidak memiliki kebiasaan tetap atau tidak bisa membedakan darah haid – 223
Bab cairan kekuningan dan keruh yang keluar setelah masa haid – 224
Bab wanita mustahadhah berwudhu setiap kali shalat – 225
Bab haramnya menyetubuhi istri yang sedang haid, dan hal-hal yang dibolehkan – 226
Bab kafarah bagi yang meyetubuhi istri yang sedang haid – 228
Bab wanita haid tidak boleh berpuasa dan shalat, kemudian mengqadha puasa tapi tidak mengqadha shalat -- 228
Bab sisa minum wanita haid dan makan bersamanya – 229
Bab bersetubuh dengan istri yang sedang istihadhah – 230
KITAB NIFAS – 232
Bab maksimal masa nifas – 232
Bab gugurnya kewajiban shalat bagi wanita yang sedang nifas – 232
KITAB SHALAT – 234
Bab wajibnya shalat dan kapan disyariatkan – 234
Bab memerangi orang yang meniggalkan shalat – 236
Bab alasan golongan yang mengafirkan orang yang meninggalkan shalat – 238
Bab alasan golongan yang tidak menganggap kafirnya orang yang meninggalkan shalat, tidak kekalnya di neraka, dan hanya dikategorikan sebagai pelaku dosa besar – 240
Bab memerintahkan Anak kecil utnnuk shalat sebagai latihan bukan kewajiban --- 244
Bab orang kafir jika masuk islam tidak mengqadha shalat – 245
Bab-bab waktu shalat – 246
Bab waktu shalat zhuhur – 246
Bab menyegerakan dan mengakhrkan shalat ketika cuaca sangat panas – 248
Bab awal dan akhir waktu shalat asar, waktu pilihan dan waktu darurat – 249
Bab menyegerakan pelaksanaan shalat asar terlebih ketika hari mendung – 252
Bab shalat asar adalah shalat wustha – 253
Bab waktu shalat maghrib – 257
Bab mendahulukan makan malam bila telah dihidangkan sebelum shalat mah=ghrib – 258
Bab bolehnya melaksanakan shalat sunah dua rakaat sebelum shalat maghrib – 259
Bab penamaan Maghrib lebih utama dari pada penamaannya dengan Isya – 261
Bab waktu shalat Isya dan keutamaan mengakhirkannya dengan memperhatikan kondisi jamaah serta berlakunya waktu ikhtiyarnya hingga tengah malam – 261
Bab makruhnya tidur setelah isya dan begadang sesudahnya kecuali karena ada kepentingan – 265
Bab lebiih utama menyebut shalat isya daripada ‘Atamah – 266
Bab waktu shalat subuh – 267
Bab keterangan tentang orang yang mendapatkan sebagian shalat pada waktunya makan ia harus tetap menyempurnakannya, dan wajibnya menjaga waktu shalat – 270
Bab menghqadha waktu shalat yang terlewat – 272
Bab tertib dalam mengqadha shalat-shalat yang terlewat – 275
Bab-bab tentang Adzan – 277
Bab wajibnya adzan dan keutamaannya – 277
Bab tata cara adzan – 279
Bab menmgeraskan suara adzan – 283
Bab muadzin meletakkan dua jarinya di kedua telinganya, dan menoleh ke kanan dan kiri ketika mengucapkan Hayya ‘Alash sha;ah dah Hayya ‘Alal falah , dan tidak berputar – 284
Bab adzan di awal waktu dan boleh memajukan sebelum waktunya khusus pada adzan subuh – 285
Bab Siapa yang adzan, dialah yang iqamah –289
Bab memisahkana antara adzan dan iqamah dengan duduk – 290
Bab larangan mensyaratkan upah atas adzan – 291
Bab tentang orang yang mengqadha beberapa shalat yang terlewat maka ia adzan dan iqamah untuk shalat yang petama, dan cukup iqamah pada waktu shalat selanjutnya – 291
Bab-bab tentang menutup Aurat – 293
Bab wajibnya Aurat – 293

Bab wajibnya menutup Aurat – 293
Bab keterangan tentang batasan Aurat – 293
Bab dalil orang yang berpendapat bahwa paha tidak termasuk aurat – 295
Baab keterangan bahwaw pusar dan lutut tidsak termasuk Aurat -- 296
Bab wanita merdeka seluruh tubuhnya aurat kecuali wajah da kedua telapak tangan – 298
Bab larangan membiarkan kedua pundak terbuka ketika shalat kecuali jika hanya mendapatkan kain yang dapat menutup aurat saja – 29
Bab shalat dengan gamis yang tidak terekancingkan sehingga auratnya tampak ketika sedang Ruku’ atau pada geraka lainnya – 300
Bab anjuran shalat dengan memakai dua pakaian dan bolehnya shalat dengan satu pakaian – 301
bab makruhnya melipatkan kain pada tubuh sehingga tidak bisa menggerakkan tangan – 303
bab larangan menurunkan pakaian hingga menyentuh lantai dan menutup mulut ketika shalat – 304
baab shalat dengan memakai pakaian sutra dan pakaian hasil ghasab – 304
KITAB LIBAS (Pakaian) – 307
Bab haramnya lelaki memakai emas dan pakaian sutra dan dibolehkannya bagi wanita – 307
Bab menjadikan kain sutra sebagai alas berarti mengenakannya – 309
Bab bolehnya memakai sedikit sutra untuk tanda pengenal terbuat dari campuran sutra dan lainnya – 309
Bab memakai pakaian sutra bagi yang sakit – 311
Bab tentang memakai khazz dan kain terbuat dari campuran sutra dan lainnya – 311
Bab larangan lelaki memakai pakaian Mu’ashfar – 313
Bab tentang memakai pakaian berwarna putih, hitam, hijau , yang dicelup dangan za’faran, dan yang berwarna-warni – 315
Bab hadits-hadits tentang memakai gamis, sorban, dan celana – 320
Bab bolehnya memakai pakaian bagus dan anjuran bersikap tawadhu’ dalam berpakaian, serta makruhnya pakaian syuhrah dan isbal – 322
Bab larangan wanita memkai pakaian yang menampakkan lekuk tubuhnya atau memakai pakaian laki-laki – 324
Bab medahulukan kanan dalam berpakaian dan doa ketika memaku baju baru – 326
Bab-bab tentang bersuci dari najis dan tempat-tempat shalat – 327
Bab bersuci dari najis ketika hendak shalat dna dimaafkannya najis yang tidak diketahui – 327
Bab ketika shalat menggendong anak yang berhadats dan yang bersuci dengan batu, serta membawa pakaian anak-anak atau sesuatu yang diragukan kenajisannya – 328
Bab shalat dengan mengendarai bitnatang Najis atau yang terkena najis – 330
Bab shalat di atas tikar kulit, karpet, dan alas lainnya – 330
Bab shalat dengan memakai sandal atau sepatu – 332
Bab shalat sunah di kakbah – 336
Bab shalat di perahu – 336
Bab shalat wajib di atas kendaraan karena ada udzur – 337
Bab mendirikan masjid pada bekas tempat ibadah orang kafir dan bekas kuburan yang sudah dipindahkan – 338
Bab keutamaan membangun masjid – 339
Bab sederhana dalam membangun masjid – 339
Bab manyapu masjid, memberi wewangian , dan menjaganya dari bau yang tidak harum – 341
Bab doa masuk dan keluar masjid – 342
Bab hal—hal yang dilarang dan yang dibolehkan di dalam masjid – 343
Bab membersihkan kiblat masjid dari hal-hal yang dapat mengganggu orang yang sedang shalat – 349
Bab tidak keluar masjid setelah adzan hingga mngerjakan shalat kecuali ada udzur – 349
Bab-bab menghadap kiblat – 351
Bab waijbnya menghadap kiblat ketika shalat – 351
Bab hujah orang yang berpendapat bahwa kiblatnya orang yang jauh dari kakbah adalah arah kakbah – 352
Bab tidak menghadap kiblat karena udzur takut serangan musuh – 353
Bab musafir shalat sunah di atas kendaraan dengan menghadap ke arah mana kendaraan menghadap – 353
Bab-bab tentang tata cara shalat – 355
Bab wajibnya membuka shalat dengan takbiratul ihram – 355
Bab bahwa takbiratul ihram itu setelah pelusuran shaf-shaf dan selesainya Iqamah – 356
Bab mengangkat kedua tangan – 356
Bab meketakkan tangan di atas tangan kiri – 361
Bab mengarahkan pandangan ke tempat sujud dan larangan mengangkat pandangan ketika shalat – 362
Baba doa iftitah antara dan bacaan Al-Fatihah – 364
Bab membaca Ta’awwudz ketika membaca Al-Qur’an -- 367
Bab membaca basmalah – 368
Bab apakah bermasalah termasuk surah Al-Fatihah dan bagian awal setiap surah atau tidak? – 371
Bab waijbnya membaca Al-fatihah dalam shalat – 373
Bab bacaan makmum dan perintah unutk diam ketika menfengan bacaan imam – 374
Bab mengucapkan Amin dan mengeraskannya – 376
Bab hukum orang yang tidak bisa membaca Al-fatihah – 378
Bab membaca surah sesudah Al-Fatihah pada dua rakaat pertama – 379
Bab membaca dua surah pada setiap rakaat dan membaca sebagian surah, serta membalik tertib surah dan bolehnya mengulang-ulang satu surah – 380
Bab kumpulan bacaan surah dalam berbagai shalat – 382
Bab alasan shalat dengan bacaan ibnu Mas’ud dan Ubay, serta selain keduanya yang bacaannya telah mendapat pujian Rasulullah – 385
Bab tentang dua kali diam, yaitu sebelum membaca AL-Fatihah dan setelah membaca surah – 386
Bab takbir, rukuk, sujud, dan bangkit dari keduanya – 387
Bab imam mengeraskan takbir didenganr oleh para makmum di belakangnya, dan adanya penyambung takbir bile dipelukan – 389
Bab tata cara rukuk – 390
Bab bacaan dalam rukuk dan sujud – 391
Bab larangan membaca Al-Qur’an dalam rukuk dan sujud – 393
Bab bacaan ketika bangkit dari rukuk dan setelah tegak berdiri – 394
Bab berdiri tegak setelah tukuk adalah wajib – 295
Bab tata cara sujud dan bagaimana turun ke sujud – 396
Bab anggota sujud – 398
Bab sujud di atas alas sehingga anggota sujud tidak menempel langsung pada lantai tempat sujud – 399
Bab duduk di antara dua sujud dan bacaannya – 400
Bab sujud kedua dan keharusan tumakninah ketika rukuk dan sujud, serta ketika bangkit dari keduanya – 402
Bab bagaimana bangkit ke rakaat kedua dan tentang duduk istirahat – 404
Bab memulai rakaat kedua dengan bacaan Al-Qur’an tanpa ada ta’awwudz dan diam sejenak – 405
Bab perintah tentang tasyahud awal dan tidak melakukannya karena lupa – 405
Bab sifat duduk tasyahud, duduk di antara dua sujud, duduk tawarruk dan susuk Iq’a – 407
Bab bacaan tasyahud ibnu mas’ud dan yang lain -- 409
Bab wajibnya tasyahud dalam shalat – 411
Bab memberikan isyarat dengan jari telunjuk ketika duduk tasyahud dan cara meletakkan kedua tangan – 412
Bab bacaaan shalawat untuk Rasulullah – 413
Bab dalil tentang penafsiran ‘keluarga beliau’’ yang mendapat shalawat – 415
Bab doa di akhir shalat – 416
Bab doa-doa matsur dalam shalat – 417
Bab mengakhhiri shalat dengn salam – 421
Bab mencukupkan dengan sekali salam – 423
Bab salam adalah wajib – 424
Bab doa dan dzikir sesudah salam – 426
Bab imam duduk menyamping atau menghadap ke makmum setelah salam dan berap lama ia duduk senelum bangkit – 429
Bab Boleh duduk menyamiping ke kiri – 432
Bab Menetapnya imam bersama makmum laki-laki sejenak untuk memberi kesempatan makmum wanita keluar terlebih dahulu – 433
Bab bolehnya menghitung bacaan tasbih dengan tangan, biji-bijian, dan lainnya – 433
Bab-bab tentang hal-hal yang membatalkan shalat, yang dimakruhkan dan yang diperbolehkan – 436
Bab larangan berbicara ketika shalat – 436
Bab bahwa orang yang berdoa dalam shalatnya tidak dengan doa yang tidak diperbolehkan karena tidak tahu maka shalatnya tidak batal – 438
Bab berdehehm dan meniup dalam shalat – 439
Bab menangis dalam shalat karena takut kepada Allah – 440
Bab mengucapkan Hamdalah dalam shalat ketika bersin atau mendapat Nikmat – 441
Bab bila terjadi sesuatu dalam shalat maka makmum laki-laki mengingatkan dengan membaca tasbih sedang wanita menepuk tangan – 441
Bab membenarkan bacaan imam – 442
Bab berdoa dan membaca dzikir dalam shalat ketika melewati bacaan ayat tentang rahmat, Adzab, atau peringatan – 443
Bab memberikan isyarat dalamshalat unutk menjawab salam atau keperluan lainnya – 445
Bab makruhnya menoleh ketika shalat kecuali karena suatu keperluan – 446
Bab makruhnya menyilangkan jari jemari tangan dan membunyikannya, betolak pinggang, dan bertopang pada tangan kecuali karena suatu keperluan – 448
Bab mengusap kerikil dan meratakannya – 450
Bab makruhnya seorang laki-laki shalat dengan mengikat rambut ke belakang – 451
Bab makruhnya membuang dahak ke depan atau ke samping kanan ketika sedang shalat – 452
Bab membunuh Ular atau kelajengking dan berjalan sedikit karena diperlukan tidaklah dimakruhkan – 453
Bab amalan hati tidak membatalkan shalat meskipun lama – 453
Bab qunut dalam shalat wajib ketika ada suatu musibah dan tidak mengerjakannya pada selainnya – 454
Bab-bab tentang sutrah (pembatas) yang diletakkan di depan orang yang shalat dan hukum lewat di depan orang yang shalat – 459
Bab anjuran menghadap ke sutrah dan mendekat padanya – 459
Bab mencegah orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat dan dosa orang yang lewat di depan orang shalat, serta diperbolehkannya bagi orang-orang yang sedang thawaf di baitullah – 462
Bab orang yang shalat sementara di depannya terdapat orang atau hewan – 463
Bab hal yang memutuskan shalat jika melintas di depan orang yang sedang shalat – 465
Bab-bab tentang shalat sunah – 468
Bab shalat-shalat sunah rawatib yang muakad – 468
Bab keutamaan shalat sunah empat rakaat sebelum dan sesudah zuhur, sebelum asar, dan sesudah isya – 470
Bab penekanan Anjuran shalat sunah dua rakaat sebelum subuh, anjuran untuk memendekkan bacaan di dalamnya, berebaring sejenak atau berbicara setelahnya, serta cara mengqadhanya – 471
Bab mengqadha shalat sunah zhuhur – 474
Bab mengqadha shalat sunah asar – 475
Bab shalat witir adalah sunah muakadah dan boleh dikerjakan di atas kendaraan – 476
Bab shalat witir, satu, tiga, lima, tujuh, dan sembilan rakaat hanya dengan sekali salam demikian juga pada rakaat genap – 478
Bab waktu shalat witir, bacaan, dan qunut padanya – 483
Bab tidak ada dua witir dalam satu malam, dan menutup shalat malam dengan witir, serta hal yang menggugurkan witir – 486
Bab mengqafha’ shalat witir, shalat sunah rawatib, dan wirid yang ditinggalkan – 488
Bab shalat tarawih -- 489
Bab Shalat sunnah antara maghrib dan isya – 492
Bab qiyamul lail – 493
Bab shalat dhuha – 495
Bab shalat tahiyatul masjid – 499
Bab shalat sunah sesudah besuci – 499
Bab shalat istikharah – 500
Bab lama berdiri ketika shalat dan memperbanyak rukuk dan sujud – 501
Bab mengerjakan shalat sunah di rumah dan bolehnya dilakukan secara berjamaah – 503
Bab lebih utama dalam melaksanakan shalat sunah adalah dua rakaat –dua rakaat – 504
Bab bolehnya shalat sunah dengan duduk, atau menggabungkan antara berdiri dan duduk dalam satu rakaat – 506
Bab larangan mengerjakan shalat sunah setelah dikumandangkan iqamah – 508
Bab waktu-waktu terlarang mengerjakan shalat sunah – 509
Bab bolehnya mengulangi jamaah dan mengerjakan salat sunah thawaf di segala waktu – 512
Bab-bab tentang sujud tilawah dan sujud syukur – 514
Bab letak-letak sujud tilawah pada surah Al-Haj, shad, dan surah-surah yang mufashal – 514
Bab membaca ayat sajdah ketika shalat jahriyah dan sirriyah – 516
Bab orang yang mendengar bacaan ayat sajdah melakukan sujdu tilawah jika pembacanya sujud, jiika pebacanya tidak sujud maka pendengarnya tidak sujud – 517
Bab sujud di atas kendaraan dan sujud tilawah tidaklah wajib – 519
Bab takbir unutk sujud dan bacaan dalam sujud tilawah – 519
Baba sujud syukur – 521
Bab-bab tentang sujud sahwi – 524
Bab sujud sahwi karean telah salam sebelum sempurnanya shalat – 524
Bab sujud sahwi karena ragu jumlah rakat shalat – 526
Bab sujud sahwi karena lupa tasyahud awal sehingga berdiri tegak dan tidak kembali duduk – 529
Bab sujud sahwi karena shalat empat rakaat dikerejakan lima rakaat – 530
Bab tasyahud untuk sujud sahwi setelah salam – 531
Bab-bab tentang shalat jamaah – 532
Bab wajibnya berjamaah dan anjuran mengerjakannyay – 532
Bab para wanita boleh ikut berjamaah di masjid, dan keutamaan shalat mereka di rumah – 535
Bab keutamaan masjid yang lebih jauh dan lebih banyak jumlah jamaahnya – 536
Bab berjalan menuju masjid dengan tenang – 537
Bab anjuran bagi imam agar meringankan shalat – 538
Bab imam dianjurkan lebih memanjangkan rakaat pertama dan menunggu orang yang dirasa hendak bergabung jamaah sehingga orang tersebut bisa mendapatkan rakaat pertama – 540
Bab wajib mengikuti imam dan larangan mendahuluinya – 540
Bab sahnya shalat berjamaah dua orang meskipun salah satunya anak kecil atau wanita – 542
Bab makmum memisahkan diri dari imam kerna Udzur – 543
Bab berpindahnya seorang yang shalat sendirian menjadi Imam dalam shalat sunah – 545
Bab imam berubah menjadi makmum yaitu jika imam rawatib yang ia gantikan telah hadir – 546
Bab melakukan shalat di masjid secara berjamaah setelah pelaksanaan jamaah oleh imam rawatib – 548
Bab makmum masbuk mengikuti gerakan imam yang ia dapati, namun ia tidak menganggap satu rakaat jika ia tidak mendapati rukuk pada rakaat tersebut – 549
Bab makmum masbuk mengqadha apa yang tertinggal dari shalatnya setelah imam salam tanpa ada tambahan – 550
Bab orang yang telah shalat kemudian menjumpai jamaah maka hendaklah ia ikut shalat bersama meereka dengan niat shalat sunah – 552
Bab-bab tentang shalat musafir – 591
Bab memillih qashar dan bolehnya tetatp mengerjakan empat rakaat – 591
Bab bantahan bagi yang berpendapat bahwa jika berangkat bepergian siang hari maka tidak boleh mengqashar hingga malam – 593
Bab boleh tetap mengqashar jika niat mukim pada suatu tempat selama empat hari – 594
Bab ttinggal di suatu tempat untuk menyelesaikan suatu keperluan dan tidak berniat mukim – 595
Bab orang yang melewati suatu tempat lalu ia menikah atau memiliki istri di sana maka ia tidak mengqashar – 597
Bab-bab tentang menjamak dua shalat – 598
Bab bolehnya menjamak ketika shafar --- 598
Bab orang mukim menjamak shalat karena hujan dan lainnya – 600
Bab menjamak dua shalat dengan sekali adzan dan dua kali iqamah tanpa mengerjakan shalat sunah di antara keduanya – 601
Bab-bab tentang shalat jumat – 603
Bab kerasnya ancaman bagi yang meninggalkannya – 603
Bab orang yang berkewajiban shalat jumat dan yang tidak berkewajiban – 604
Bab pelaksanaan jumat dengan 40 orang dan diselenggarakan di perkampungan – 606
Bab membersihkan diri dan berhias untuk shalat jumat, menuju shalat jumat dengan tenang dan datang lebih pagi serta mendekat ke Imam – 608
Bab keutamaan, waktu muustajab, dan keutamaan membaca shalawat pada hari jumat – 610
Bab seseorang lebih berhak atas tempat duduknya, adab duduk, dan larangan melangkah di antara orang-orang yang sedang duduk kecuali karena ada keperluan – 615
Bab mengerjakan shalat sunah sebelum jumat selama Imam belum naik mimbar dan mengakhirinya ketika imam sudah naik mimbar kecuali shalat tahiyatul masjid – 619
Bab menyelenggarakan shalat jumat sebelum atau setelah matahari tergelincir – 622
Bab Imam menguacapkan salam ketika sudah naik mimbar, kemudian dikumandangkan adzan, dan para makmum menghadap ke imam – 624
Bab kandungan khutbah jumat – 625
Bab tata cara khutbah dan adab-adabnya – 628
Bab larangan berbicara ketika Imam berkhutbah – 631
Bab bacaan dalam shalat jumat dan shalat subuh pada hari jumat – 634
Bab bubarnya jamaah ketika sedang shalat atau sedang khutbah – 636
Bab shalat sunah setelah shalat jumat – 637
Bab jika hari raya bertepaptan dengann hari jumat – 638
KITAB SHALAT HARI RAYA – 641
Bab berhias untuk hari raya dan dimakruhkan membaca senjata pada hari raya kecualli karena ada keperluan -- -- 641
Bab keluar tempat pelaksanaan shalat hari raya dengan berjalan dan membaca takbir, serta kaum wanita turut menghadirinya – 642
Bab anjuran makan terlebih dahulu sebelum pergi shalat idul fitri dan tidak demikian ketika shalat idul adha – 644
Bab melalui jalan yang berlainan ketika shalat idul fitri dan melaksanakan shalat hari raya di masjid karena ada udzur – 645
Bab waktu shalat id – 646
Bab shalat id dilaksnakan sebelum khutbah tanpa adzan dan iqamah, serta bacaan dalam shalat id – 647
Bab jumlah dam letak takbir da;am shalat id – 648
Bab tidak ada shalat sunah sebelum dan sesudah shalat id – 649
Bab dianjurkannya khutbah pada hari Nahr (Tanggal 10 Dzulhijjah di mina) – 653
Bab hukum hilal id yang tertutup awan dan baru diketahui di akhir siang – 655
Bab anjiran memperbanyak dzikir dan amal ketaatan pada sepuluh awal bulan dzulhijjah dan pada hari-hari Tasyriq – 657
KITAB SHALAT KHAUF – 659
Bab tata cara shalat khauf – 659
Cara kedua – 660
Cara ketiga – 660
Cara keempat – 661
Cara kelima – 662
Cara keenam – 663
Bab shalat dengan isyarat ketika dalam kondisi sangat takut, dan apakah boleh dilahirkan? – 665
Bab-bab tentang shalat kusuf – 667
Bab menyerukan shalat kusuf dan tata caranya – 667
Bab alasan orang yang memperbolehkan mengerjakan tiga, empat, atau lima kali ruku pada setiap rakaat – 671
Bab megeraskan bacaan dalam shalat kusuf – 673
Bab shalat gerhana bulan secara berjamaah dengan mengulang rukuk pada setiap rakaatnya – 674
Bab anjuran memperbanyak sedekah, istighfar, dan dzikir ketika terjadi gerhana, dan berakhirnya gerhana – 675
KITAB SHALAT ISTISQA’ – 677
Bab tata cara shalat istisqa’ dan bolehnya dilakukan sebelum khutbah – 679
Bab meminta turun hujan dengan perantaraan doa orang shalih, memperbanyak istighfar, mengangkat kedua tangan saat berdoa , dan doa-doa minta turun hujan yang ma’tsur – 681
Bab imam dan jamaah memindahkan letka seban mereka ketika berdoa, serta cara dan waktu pelaksanaannya – 684
Bab apa yang diucapkan dan dilakukan ketika melihat hujan, dan yang diucapkan ketika hujan sangan lebat – 685
KITAB JENAZAH – 688
Bab menjenguk orang sakit – 688
Bab orang ynag ucapan terakhirnya kalimat la ilaha illallah, menalqin orang ynag menjelang wafat, memejamkan matanya, dan membaaca Al-Qur’an di sisinya – 689
Bab menyegerakan pengurusan jenaxsah dan membayar hutangnya – 691
Bab menutupi jenazah dan diperbolehkan menciumnya – 692
Bab-bab memandikan jenazah – 694
Bab yang berhak memandikan jenazah, bersikap lembut keetika memandikannya dan menutupi Aibnya – 694
Bab suami memandikan istrinya atau sebaliknya – 695
Bab tidak memandikan orang yang mati syahid, dan bagaimana jika ia sedang junub – 696
Bab tat cara memandikan jenazah – 698
Bab-bab mengafani jenazah – 700
Bab biaya mengafani jenazah dari harta peninggalan – 700
Bab anjuran membaguskan kain kafan namun tidak berlebihan – 701
Bab kain kafan untuk mayat laki-laki dan mayat perempuan – 702
Bab wajibnya mengafani orang yang mati syahid dengan pakaian yang ia pakai saat terbunuh – 704
Bab memberi minyak wangi pada badan dan kain kafan jenazah kecuali yang meninggal ketika sedang ihram – 705
Bab-bab tentang shalat jenazah – 707
Bab jenazah yang dishalati dan yang tidak dishalati, dan menshalati para Nabi -- 707
Tidak menshalati orang yang mati syahid – 707
Menshalati janin dan anak kecil – 708
Imam tidak menshalati pencuri dan orang yang bunuh diri – 709
Menshalati orang yang terkena Had hukuman mati -- 710
Shalat ghaib dan shalat di atas kuburan – 711
Bab keutamaan shalat jenazah dan banyaknya orang yang menshalati – 714
Bab makruhnya membesar-besarkan berita kematian seseorang – 716
Bab jumlah takbir dalam shalat jenazah – 718
Bab bacaan Al-Fatihah dan shalawat untuk Nabi dalan shalat jenazah – 719
Bab doa untuk jenazah – 720
Bab posisi Imam ketika jenaah laki-laki atau perempuan, dan bagaimana jika terkumpul beberapa jenazah – 723
Bab shalat jenazah di Masjid – 725
Bab-bab tentang membaza jenazah – 727
Bab berjalan cepat ketika membawa jenazah namun tidka berlari – 727
Bab berjalan di depan jenazah dan berkendara saat mengantar jenazah – 728
Bab makruhnya mengiringijenazah dengan ratapan aatau Api – 730
Bab orang yang mengantrakna jenazah tidak duduk hingga jenazah diletakkan – 731
Bab berdiri ketika ada jenazah lewat – 732
Bab-bab menguburkan jenazah – 734
Bab mendalamkan galian kuburan dan mengutamakan lahad dari pada syaq – 734
Bab dari arah mana jenazah dimasukan ke dalam kuburan, doa saat memasukinya, dan anjuran menaburkan tanah pada kuburan – 736
Baba meninggikan kuburan dan menyuiraminya dengan Air, dan memberi tanda padanya agar bisa dikenali, dan makruhnya membangun kuburan dan memberi tulisan padanya – 737
Bab yang dianjurkan memasukkan jenazah wanita – 739
Bab adab duduk dan berjalab di kuburan – 740
Bab mengubur jenazah di malam hari – 741
Bab mendoakan mayit setelah dikubur – 742
Bab larangan menjadikan kuburan menjadi masjid atau memberi penerangan padanya – 743
Bab samainya amal yang dihadiahkan kepada mayit – 744
Bab takziyah kepada orang yang terkena musibah, pahala bersabar, perintah bersabar dan apa yang diucapkan saat bertakziyah – 746
Bab membuat makanan untuk keluarga mayit, dan larangan bagi keluarga mayit membuat makanan untuk orang lain – 749
Bab menangisi mayit dan tangisan yang dilarang – 750
Bab larangan menangisi mayit secara berlebih-lebihan, meratapinya, mencakar wajah, mengacak-ngacak rambbut dan semisalnya, serta diperkenankannya sedikit membicarakan sifat mayit – 753
Bab tidak membicarakan Aib orang yang sudah meninggal – 758
Bab Anjuran ziarah kubur bagi kaum laki-laki dan tidak bagi perempuan, serta bacaan ketika memasuki Area kuburan – 759
Bab memindah mayit atau menggali uburan karena ada tujuan yang dibenarkan – 761
KITAB ZAKAT – 764
Bab anjuran mengeluarkannya dan ancaman keras bagi yang mebolak mambayat zakat – 764
Bab zakat binatang ternak – 768
Bab tidak ada zakat pada budak, kuda, dan keledai – 777
Bab emas dan perak – 779
Bab zakat tanaman dan buah-bauahan – 780
Bab zakat madu – 784
Bab zakat barang yang terpendam dan barang tambang – 786
Bab-bab tentang mengeluarkan zakat – 787
Bab bersegera mengeluarkan zakat – 787
Bab mengeluarkan zakat sebelum waktunya – 788
Bab membagikan zakat di daerahnya, mengeluarkan zakat sesuai dengan nashnya dan bukan nilainya, dan doa ketika meyerahkan zakat atau menerimanya – 789
Bab orang yang menyerahkan zakatnya kepada orang yang disangka berhak menerimanya, namun ternyata ia orang kaya – 792
Bab terbebasnya pemilik harta dair kwajiban zakat jika ia telah menyerahkana zakatnya kepada penguasa yang adi maupun zhalim – 793
Bab cara mengambil zakaat ternak – 795
Bab penguasa hendaknya memberi tanda pada binatang zakat jika bercampur dengan binatang jizyah dan lainnya – 795
Bab-bab tentang delapan golongan yang berhak menerikma zakat – 797
Bab tentang fakir, miskin, meminta-minta, dannorang kaya – 797
Bab Amil zakat – 802
Bab orang-orang yang dilunakkan hatinya (muallafah qulubuhum) – 804
Bab firman Allah ta’ala : “untuk membebaskan budak” – 805
Bab orang yang menanggung hutang – 807
Bab menyalurkan zakat untuk fi sabilillah dan binu sabil – 808
Bab haramnya zakat bagi bani hasyim dan bekas budak yang mereka merdekakan, namun tidak bekas budak yang dimerdekakan oleh pada istri mereka – 811
Bab larangan membeli kembali apa yang telah dibayarkan sebagai zakat – 813
Bab keutamaan bersedekah kepada suami atau kerabat – 814
Bab zakat fitri – 816
KITAB PUASA – 820
Bab penetapan berpuasa dan berbuka dengan melihat hilal – 820
Bab ketika hari mendung dan meragukan – 822
Bab jika suatu daerah telah melihat hilal apakah seluruh daerah juga harus berpuasa? – 826
Bab wajibnya menniatkan puasa di waktu malam untuk puasa wajib, namun tidak demikian untuk puasa sunah – 827
Bab anak kecil jika sudah kuat berpuasa dan hukum orang yang sampai padanya kewajiban berpuasa ketika dipertengahan bulan atau pertengahan hari – 829
Bab-bab tentang pembatal puasa, apa yang dimakruhkan dan yang disunahkan – 831
Bab berbekam ketika puasa – 831
Bab muntah dan bercelak – 834
Bab makan atau minum karena lupa – 834
Bab menjaga diri dari ghibah dan perkataan tidak baik, dan apa yang harus diucapkan ketika dimaki orang – 835
Bab berkumur dan mandi karena cuaca panas – 836
Bab bolehnya mencium kecuali jika takut tidak kuat menahan diri – 837
Bab orang yang masih junub di waktu subuh sementara ia sedang berpuasa – 839
Bab kafarah batalnya puasa karena berjimak – 840
Bab makruhnya puasa wishal – 841
Bab adab-adab berbuka dan makan sahur – 842
Bab-bab tentang hal-hal yang dibolehkan berbuka karenanya dan hukum mengqadha puasa – 846
Bab berbuka atau berpuasa ketika sedang bepergian – 846
Bab orang yang awalnya berpuasa lalu berbuka di tengah hari – 849
Bab orang yang bepergian di tengah hari, bolehkah ia berbuka? Dan kapan ia mulai berbuka? – 851
Bab bolehnya bebuka bagi musafir jika ia singah di suatu daerah namun tidak berniat menetap – 852
Bab tentang orang sakit, tua renta, wanita hamil, dan wanita menyusui – 853
Bab mengqadha puasa ramadhan secara berturut-turut atau tdak, dan bolehnya mengakhirkannya di bulan Sya’ban – 855
Bab menggantikan puasa Nadzarnya si mayit – 857
Bab-bab tentang puasa sunah – 859
Bab puasa 6 hari di bulan syawal --- 859
Bab puasa sepuluh awal bulan dzulhijahh dan penekanan anjuran puasa arafah untuk selain yang berhaji – 860
Bab puasa bulan muharam dan penekanan anjuran puasa tanggal 10 Muharam (hari asyura) – 861
Bab puasa di bulan sya’ban dan bulan-bulan suci – 866
Bab anjuran puasa hari senin dan kamis – 867
Bab makruhnya mengkhususkan puasa pada hari jumat dan hari sabtu – 868
Bab puasa Ayamul Bidh dan puasa tiga hari pada setiap bulan meskipun selain Ayamul bidh – 871
Bab berpuasa sehari dan berbuka sehari serta makruhnya berpuasa sepanjang tahun – 872
Bab puasa sunah bagi musafir dan yang sedang berjihad – 874
Bab puasa sunah tidak harus dilanjutkan – 874
Bab larangan menyambut datangnya bulan ramadhan dengan puasa sunah sehari atau dua hari dan lainnya – 876
Bab larangan puasa pada hari raya dan hari-hari tasyriq – 878
KITAB IKTIKAF – 893
Bab bersungguh-sungguh ibadah pada sepuluh akhir bulan ramadhan, keutamaan shalat malam pada malam lailatul qadar, doa yang d baca pada malam tersebut, serta kapan malam lailatul Qadar? – 885
KITAB MANASIK HAJI – 893
Bab wajibnya haji dan umrah serta pahala keduanya – 893
Bab bersegera melaksanakan kewajiban haji – 896
Bab menghajikan orang yang lemah dan yang sudah meninggal jika telah terkena kewajiban haji – 897
Bab bekal dan kendaraan – 899
Bab mengarungi lautan untuk menunaikan haji kecuali jika ia yakin yidak selamat – 900
Bab larangan bepergian bagi wanita tanpa mahram – 901
Bab menghajikan orang lain padahal ia sendiri belum berhaji – 903
Bab sahnya haji bagi anak kecil dan budak meskipun tidak berkewajiban – 903
Bab-bab tentang miqat ihram, tata cara, dan hukum-hukum seputar ihram – 905
Bab miqat danbolehnya berihram sebelumnya – 906
Bab masuk mekkah tanpa berihram karena adanya Udzur – 909
Bab bolehnya Umrah sepanjang tahun – 911
Bab orang yang hendak berihram melakukan Mandi, memakai wewangian, dan melepas semua pakaian yang berjahit – 912
Bab ihram bersyarat – 916
Bab memilih antara Haji Tamattu’, ifrad atau qirun, serta keterangan tentang cara haji yang paling utama – 917
Bab menggabungkan amalan haji pada amalan umrah – 925
Bab orang meiatkan ihram secara mutlak, atauia mengatakan: aku berihram dengan cara berihramnya si fulan – 927
Bab talbiyah, tata cara, dan hukum-hukum tentangnya – 928
Bab menjadikan haji sebagai Umrah – 931
Bab-bab tentang hal-hal yang harus dijauhi oleh orang yang berihram dan yang diperbolehkan – 939
Bab pakaian yang dilarang bagi yang sedang berihram – 939
Bab apa yang harus dierbuat seseorang yang terlanjur berihram dengan memakai baju gamis – 942
Bab berteduh dari panas atau lainnya, dan larangan memakai penutup kepala – 943
Bab ihram dengan membawa pedang karena ada keperluan – 944
Bab larangan memakai wewangian ketika sudah berihram dan bolehnya membiarkan bekas wewangian yang di pakai sebelum berihram – 945
Bab larangan memotong rambut saat berihram kecuali ada udzur dan keterangan tentang fidyahnya – 947
Bab berbekam dan mencuci rambut saat berihram – 948
Bab menikah dan berhubungan suami istri saat berihram – 949
Bab haram berburu saat berihram dan dendanya sebanding dengan hewan yang diburu – 953
Bab larangan bagi orang yang berihram memakan hewan buruan kecuali jika hewan tersebut tidak di buru untuk orang yang berihram dan ia tidak ikut membantu – 955
Bab binatang buruan dan pepohonan di tanah suci – 960
Bab hewan yang boleh dibunuh di tanah suci dan saat berihram – 961
Bab keutamaan Mekkah atas negeri lain – 963
Bab tanah suci Madinah dan larangan memburu binatang buruan dan menebang pepohonan di dalamnya – 964
Bab binatang buruan di wilayah Wajj (thaif) – 968
Bab-bab tentang memasuki kota mekkah dan hal-hal yang berkaitan dengannya – 970
Bab memasuki Mekkah – 970
Bab mengangkat kedua tangan saat melihat baitullah dan doa yang dibaca – 971
Bab Thawaf Qudum, berlari-lari kecil, dan Idhthiba’ saat mengerjakannya – 972
Bab menyentuh Hajar Aswad dan menciumnya, serta doa yang diucapkan – 975
Bab menyentuh rukun Yamani dan Rukum Hajar Aswad, dan tidak menyentuh kedua rukun lainnya – 977
Bab orang ynag thawaf menjadikan Baitullah di sebelah kirinya dan mengakhiri thawaf di hajar aswad – 979
Bab bacaan dzikir saat thawaf – 981
Bab thawaf dengan naik kendaraan karena ada udzur – 983
Bab shalat sunah dua rakaat thawaf, bacaan di dalamnya, dan menyenuth rukun hajar aswad setelahnya – 985
Bab sa’i antara shafa dan marwah – 986
Bab larangan bertahalul setelah selesai sa’i kecuali bagi yang berhaji tamattu’ dan tidak membawa hadyu, dan penjelasan tentang kapan orang yang berhaji tamattu’ menuju mina dan kapan berihram Haji – 988
Bab perljalanan dari Mina menuju Arafah, dan hukum-hukum seputarnya – 992
Bab menuju Muzdalifah lalu ke Mina, dan hal-hal yang berhubungan dengannya – 996
Bab melempar Jumrah Aqabah pada hari Nahr (10 Dzulhijah), dan hukum-hukumnya – 999
Bab menyembelih Hadyu, mencukur atau emendekkan rambut, serta hal-hal yang diperbolehkan – 1003
Bab meninggalkan Mina untuk mengerjakan Thawaf Ifadhah pasa hari Nahr – 1005
Bab mendahulukan menyembelih hadyu lalu mencukur rambut lalu melempar Jumrah Aqabah lalu Thawaf Ifadhah, atau mendahulukan salah satu dari yang lainnya – 1006
Bab anjuran khutbah pada hari Nahr (10 Dzulhiijah) – 1008
Bab orang yang berhaji Qiran cukup mengerjakan sekali Thawaf dan sekali sa’i – 1011
Bab Mabit (bermalam) di Mina pada malam-malam Mina, dan melempar jumrah pada Hari-hari berada di Mina – 1013
Bab khutbah pada pertengahan hari Tasyriq – 1016
Bab singgah di Al-Muhashshab saat meninggalkan Mina – 1018
Bab masuk Kakbah dan bertabarruk dengannya – 1019
Bab Air zamzam – 1021
Bab thawaf wada’ – 1023
Bab doa saat perjalanan pulag dari haji atau lainnya – 1024
Bab terlambat atau terhalang dari melanjutkan haji – 1025
Bab orang yang terhalang dari mengerjakan Umrah maka ia menyembelih binatang Qurban dan mencukur rambut di ternpat ia tertahan, dan ia tidak perlu mengqadhanya – 1027
Bab-bab tentang Hadyu dan Qurban – 1029
Bab memberi tanda pada punuk Unta dan mengalungkan tali pada hewan Hadyu – 1029
Bab larangan menukar Hadyu yang telah ditentukan – 1030
Bab berqurban dengan seekor unta atau sapi senilai dengan tujuh ekor kambing dan yang sunah – 1035
Bab menaiki hewan qurban – 1032
Bab hewan hadyu yang mati sebelum sampai tempat penyembelihan – 1034
Bab memakan daging hewan yang menjadi denda haji tamattu’ dan qiran, atau qurban yang sunah – 1035
Bab orang yang telah mengirimkan Hadyunya maka tidak diharamkan baginya apa-apa sebelumnya halal baginya –1037
Bab anjuran berqurban – 1037
Bab alasan tidak wajibnya berqurban karena Rasulullah telah berqurban atas nama Umatnya – 1039
Bab hal-hal yang harus dihindari oleh orang yang hendak berqurban selama speuluh awal bulan Dzulhijah – 1040
Bab umur hewan kurban – 1041
Bab hewan yang tidak boleh dijadikan sbagai hewan kurban karena memiliki cacat, serta apa yang dimakruhkan dan yang dianjurkan – 1043
Berkurban dengan hewan yang dikebiri – 1046
Bolehnya berkurban dengan seekor kambing atas nama satu keluarga – 1048
Bab menyembelih Hewan Kurban di tanah lapang tempat shalat Id, manyebut nama Allah dan membaca takbir saat menyembelih – 1049
Bab menyembelih Unta dengan cara menahannya dalam keadaan berdiri dan kaki kiri depannya terikat – 1051
Bab waktu menyembelih hewan kurban – 1051
Bab memakan dan membagikan hewan kurban, bolehnya menyimpannya dan terhapusnya larangan menyimpan daging kurban – 1053
Bab menyedekahkan kulit danisi perut hewan kurban, serta larangan menjualnya – 1056
Bab menyuruh orang lain unutk menyembelihkan hewan kurbannya – 1057

Tambah ke Keranjang
70000
350

Shahih Dha'if Nailul Authar

checkout empty

Items

Total

total
qty
tax
taxrate
shipping
grandtotal
Setiap hari 09:00 - 18:00 WIB (kecuali hari libur nasional)
Somontalen RT 02 RW 04, Gang Mangga, Ngadirejo, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57556
Copyright © Buku Bagus 2020
envelope-owhatsappshopping-bag linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram