Butuh Bantuan? WhatsApp: 0821-3694-1626 Email: [email protected]

Buku Shahih Fiqih Wanita

Penerbit:

Buku Shahih Fiqih Wanita

Penerbit:

Spesifikasi

ISBN9791296502
Halaman520
Dimensi (cm)15 x 23
Berat (gram)807
HargaRp 109.000
SampulHard Cover

Wanita sama halnya dengan laki-laki, mereka adalah makhluk yang diberi taklif (tugas). Karenanya mereka memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu tentang kewajiban untuk menuntut ilmu tentang kewajiban-kewajiban yang harus mereka lakukan, agar mereka dapat melakukannya dengan penuh keyakinan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wanita itu adalah saudara kandung (sama) dengan laki-laki.” Wanita dan laki-laki memiliki kewajiban yang sama dalam sebagian besar syari’at Allah. Sampai-sampai ketika ada nash yang berisi perintah atau larangan dengan kalimat mudzakkar, maka maksudnya adalah ditujukan untuk laki-laki dan wanita. Oleh sebab itu, hukum-hukum syari’at diterapkan sama kepada mereka berdua, kecuali dalam hal-hal yang sedikit saja mereka dibedakan yang satu dari yang lainnya. Maka, seorang wanita muslimah haruslah selalu menuntut ilmu agar semua ibadah yang dilakukannya selalu berdasarkan dalil.

Buku ini berisi delapan bab yang mencakup: Kitab Bersuci (Thaharah), Kitab Shalat, Kitab Jenazah, Kitab Zakat, Kitab Puasa (Shaum), Kitab I’tikaf, Kitab Haji dan Umrah, Kitab Nikah (yang meliputi paparan yang panjang; poligami, thalaq, nusyuz, pengasuhan anak, dsb), dan di akhiri dengan Kitab Pakaian dan Perhiasan. Ditulis dengan bahasa sederhana sehingga memudahkan bagi setiap pembaca yang ingin mengambil faidahnya.

Ada Apa dengan Hijab? Hijab secara bahasa artinya menutup, menjaga, dan menghalangi. Adapun hijab wanita secara istilah syar’i adalah seorang wanita menutup seluruh anggota badannya dan perhiasannya dengan pakaian yang dapat menutupinya dari penglihatan laki-laki yang bukan mahramnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menutupkan pakaian yang dikenakan atau dengan cara tinggal di dalam rumah. Yang dimaksud dengan menutup badan adalah mencakup keseluruhannya termasuk wajah dan kedua tangannya (menurut sebagian ulama*). Adapun yang dimaksud dengan menutup perhiasan adalah menutupi perhiasan yang dikenakannya bukan bagian dari badannya. Inilah makna zinah (perhiasan) dalam firman Allah Ta’ala. Dalil mengenakan Jilbab, Allah Ta’ala sebutkan,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surat Al-Ahzab: 59)

Wahai ukhti muslimah, berbahagialah dengan hadits yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk Anda ini,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam Surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.”

Daftar Isi

  • PENGANTAR PENERBIT – III
  • DAFTAR ISI – V
  • MUKADIMAH – 1
  • BAB I. KITAB THAHARAH (BERSUCI) – 5
    • A. Kewajiban Khitan untuk perempuan – 5
    • B. Hukum Madzi – 11
    • C. Membersihkan pakaian dari Najis – 12
    • D. Wudhunya seorang perempuan karena memegang kemaluannya – 15
    • E. Menyentuh perempuan tidak membatalkan wudhu – 16
    • F. Madni – 19
    • G. Haid – 33
    • H. Istihadhah – 57
    • I. Nifas – 60
    • J. Fatwa-fatwa tentang Thaharah – 63
  • BAB II. SHALAT – 83
    • A. Perempuan diizinkan keluar menuju Masjid – 83
    • B. Perempuan dilarang mengenakan wewangian jika ke masjid – 86
    • C. Perempuan Harus segera pulang setelah Shalat di Masjid – 87
    • D. Tempat shalat perempuan itu di Rumahnya – 88
    • E. Pakaian perempuan ketika Shalat – 89
    • F. Perempuan tidak wajib Shalat berjamaah – 91
    • G. Shaf perempuan dalam shalat – 91
    • H. Imam perempuan – 93
    • I. Tasbih untuk laki-laki dan tepuk tangna untuk perempuan – 95
    • J. Menggendong Anak dalam Shalat – 95
    • K. Imam diperintah untuk meringankan shalat – 96
    • L. Shalat Juma’at tidak wajib bagi perempuan – 97
    • M. Fatwa-fatwa tentang Shalat – 98
  • BAB III. JENAZAH – 105
    • A. Larangan mengharapkan Mati – 105
    • B. Kewajiban orang yang sakit – 107
    • C. Kewajiban kerabat jenazah – 112
    • D. Haramnya menetap – 114
    • E. Haramnya memukul pipi, merobek pakaian, dan menggunguli rambut – 117
    • F. Larangan keras bagi perempuan yang membantu perempuan lain untuk menangis – 119
    • G. Memandikan jenazah -- -- 120
    • H. Menshalati jenazah – 139
    • I. Menguburkan Jenazah – 142
    • J. Ta’ziyah – 148
    • K. Ziarah kubur bagi perempuang – 151
    • L. Ihdad (masa berkabung) – 155
  • BAB IV. ZAKAT – 159
    • A. Manfaaat zakat – 159
    • B. Bolehnya seorang istri memberikan zakat kepada suami – 163
    • C. Hukum membayarkan zakat kepada keluarga yang dekat miskin – 166
    • D. Zakat perhiasan – 171
  • BAB V. SHAUM (PUASA) – 175
    • A. Hal-hal yang berkaitan dengan suami-istri – 175
    • B. Fatwa-fatwa tentang puasa – 187
  • BAB V. I’TIKAF – 191
    • A. Disyari’atkannya i’tikaf – 191
    • B. I’tikaf seorang wanita dan istri mengunjungi suami yang sedang i’tikaf di Masjid – 192
    • C. I’tikaf bisa batal karena keluar dari masjid tanpa keperluan – 193
    • D. Nadzar untuk melaksanakan I’tikaf di Masjid pada Bulan Ramadhan dan Lainnya – 194
  • BAB VI. HAJI DAN UMRAH – 197
    • A. Hukum haji dan ‘Umrah – 197
    • B. Haji mesti disegerakan – 199
    • C. Syarat-syarat wajibnya Haji – 199
    • D. Perempuan Berhaji – 202
    • E. Hukum dan ketentuan menghajikamn orang Lain – 205
    • F. Syarat-syarat orang yang menghajikan Orang Lain –205
    • G. Laki-laki boleh menghajikan laki-laki dan perempuan, begitu juga sebaliknya -- 206
    • H. Disunnahkan bagi perempuan untuk Mandi dan memakai wewangian sebelum berihram – 208
    • I. Pakaian untuk perempuan yang berihram – 209
    • J. Perempuan Haid mengerjakan (menunaikan) seluruh Manasik dalam haji kecualui thawaf di baitullah – 213
    • K. Tidak ada lari-lari kecil bagi perempuan – 216
    • L. Tidak ada mencukur rambut kepala (sampai habis) bagi perempuan, hanya saja cukup bagi mereka memendekkan rambutnya saja – 217
    • M. Perempuan yang haidh meski Thawaf wada’ jika memang sudah Thawaf Ifadhah – 217
    • N. Fatwa-fatwa tentang Haji – 218
  • BAB VII. NIKAH – 225
    • A. Perempuan-perempuan yang Haram untuk dinikahi dan penjelasannya tentang pernikahan yang diharamkan – 229
    • B. Landasan syar’i sebuah pernikahan – 255
    • C. Mahar – 263
    • D. Wali nikah – 266
    • E. Adabuz zafaf (etika malam pengantin) – 269
    • F. Hak-hak (kewajiban) istri kepada Suami – 280
    • POLIGAMI DALAM ISLAM – 331
      • A. Hukum poligami dalam Islam – 331
      • B. Sebab-sebab yang mendorong poligami dan hikmah dari ketetapan Allah SWT dalam membolehkan Poligami – 333
      • C. Pendapat para Ulama – 337
      • D. Maksud adil tidak mungkin bisa dilakukan antara istri-istri – 342
    • AN-NUSYUZ DALAM KEHIDUPAN BERUMAH TANGGA – 346
      • A. Definisi Nusyuz – 346
      • B. Solusi untuk menghadapi istri yang Nusyuz – 346
      • C. Solusi bagi istri untuk menghadapi suami Yang Nusyuz – 350
      • D. Menyelesaikan perselisihan antara suami dan istri – 352
      • E. Fatwa-fatwa tentang pernikahan – 355
    • THALAQ (CERAI) – 388
      • A. Definisi talaq secara bahasa dan syar’i – 388
      • B. Thalaq sunnah dan thalaq Bid’ah – 388
      • C. Istri yang tidak haidh karena masih kecil atau karena sudah tua (menopause) – 390
      • D. Thalaq tiga sekaligus hanya di anggap satu thalaq saja – 392
      • E. Tidak ada Thalaq sebelum Nikah – 393
      • F. Thalaq dari suami yang gila tidak sah – 393
      • G. Thalaq orang yang mabuk tidak sah – 394
      • H. Thalaq orang yang terpaksa tidak sah – 395
      • I. Thalaq orang yang marah – 395
      • J. Thalaq ghaib (tidak berada di tempat) – 396
      • K. Menthalaq istri di dalam hati tidak sah – 396
      • L. Pengecualian di dalam Thalaq – 399
      • M. Thalaq orang yang pandir – 400
      • N. Thalaq anak kecil – 401
      • O. Thalaq bersyarat – 403
      • P. Orang yang berkata kepada istrinya, ‘ engkau haram untukku’ tidak dianggap Thalaq – 403
      • Q. Istri orang yang hilang – 404
      • R. Thalaq anak kecil – 405
      • S. Thalaq bersyarat – 407
      • T. Orang yang berkata pada istrinya ‘engkau haram untukku’ di anggap thalaq – 407
      • U. Istri orang yang hilang – 408
    • AL-KHULU’ – 409
      • A. Definisi Khulu’ – 409
      • B. Dalil-dalil disyariatkan Khulu’ – 410
      • C. Dibencinya (makruh) perempuan yang meminta Thalaq kepada suaminya tanpa ada sebab – 412
      • D. Khulu’ itu membatalkan pernikahan dan Bukan thalaq – 412
      • E. ‘iddah bagi perempuan yang di Khulu’ – 416
    • AL-LIA – 417
    • ASZ-ZHIHAR – 419
    • AL-LI’AN – 421
      • A. Disyariatkannya Li’an – 421
      • B. Tata cara melakukan li’an – 424
      • C. Memisahkan antara dua orang yang saling melakukan li’an – 426
      • D. Menisbahkan nasab anak kepada ibunya seteah li’an – 426
      • E. Kedudukan mahar perempuan yang di li’an – 428
    • AL-IDDAH – 429
      • A. Kewajiban yang harus dilakukan oleh perempuan yang sedang menjalani masa ‘iddah karena thalaq raji’ (yang bisa kembali lagi) – 429
      • B. Dimanakah perempuang yang ditinggal mati suaminya harus menjalani masa ‘iddahnya – 430
      • C. Masalah Al-hadm – 431
      • D. Apa yang boleh dilihat oleh suami dari istrinya yang di thalaq raji’ – 433
      • E. Perempuan yang di thalaq tiga – 434
      • F. Tidak ada iddah bagi perempuan yang di thalaq sebelum di gauli – 435
      • G. ‘iddah bagi perempuan yang dithalaq yang sudah digauli dan masihi mengalami haid—435
      • H. Iddah bagi perempuan yang di tinggal matai suami – 438
      • I. Habisnya iddah perempuan yang hamil setelah melahirkan – 440
      • J. Iddah untuk perempuan yang dithalaq yang menopause dan yang belum haidh – 444
      • K. Nafkah dan tempat tinggal untuk perempuan yang dithalaq raji’ – 445
      • L. Tidak ada nafkah dan tempat tinggal untuk perempuang yang dithalaq tiga (ba’in) – 446
    • AL-HADHANAH (PENGASUHAN) – 447
    • Fatwa-fatwa tentang thalaq – 471
  • BAB VII. PAKAIAN DAN PERHIASAN – 471
    • A. Hukum berhijab – 471
    • B. Dalil-dalil Al-Qur’an yang mewajibkan hijab bagi perempuan mukminah – 472
    • C. Dalil-dalil as-sunnah yang mewajibkan hijab – 490
    • D. Dalil-dalil ulama yang membolehkan terbukanya wajah dan telapak tangan disertai bantahannya -- 501
checkout empty

Items

Total

total
qty
tax
taxrate
shipping
grandtotal
Setiap hari 09:00 - 18:00 WIB (kecuali hari libur nasional)
Somontalen RT 02 RW 04, Gang Mangga, Ngadirejo, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57556
Copyright © Buku Bagus 2020
envelope-owhatsappshopping-bag linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram